Breaking News:

Rekomendasi Tempat Makan Enak di Kota Serang: Warung Ayam Bakar Hilmi, Harga Mulai Rp 45 Ribu

Warung ayam bakar di Jalan Trip Jamaksari, Kota Serang, Banten ramai dipadati warga yang hendak berbuka puasa, pada Rabu (5/5/2021).

TRIBUNBANTEN/MILDANIATI
Warung Ayam Bakar Hilmi di Kota Serang 

Laporan wartawan TribunBanten.com Mildaniati

TRIBUNBANTEN, SERANG - Warung ayam bakar di Jalan Trip Jamaksari, Kota Serang, Banten ramai dipadati warga yang hendak berbuka puasa, pada Rabu (5/5/2021).

Berdasarkan pemantauan, Hilmi, pemilik warung ayam bakar itu, sedang sibuk membolak-balikkan ayam bakar di atas panggangan besi.

Dia melayani pembeli yang ramai mengantre.

Ada sekitar 10 pembeli datang untuk membeli ayam bakar.

Hilmi bekerja dibantu tiga orang karyawan. Dua orang karyawan melayani pembeli, sedangkan seorang karyawan lainnya bertugas memanggang ayam.

Hilmi sudah berjualan selama tiga tahun. Setiap hari, dia bisa menjual 100 lebih ayam potong. Untuk omzet per hari mencapai Rp 5 juta.

"Dulu pas awal modal sekitar Rp 1 atau 2 juta," ujar pria berusia 50 tahun kepada TribunBanten.com saat ditemui di warungnya, Rabu (5/5/2021) sore.

Baca juga: Kuliner Khas Serang Bontot, Terasa Ikannya dan Cocok Untuk Sajian Berbuka Puasa

Baca juga: Wisata Kuliner dengan Konsep Alam di Kota Serang, Saung Ende Jadi Magnet Wisatawan Saat Akhir Pekan

Hilmi menjual ayam panggang mulai dari harga Rp 45 ribu sampai Rp 55 ribu.

Pada saat bulan Ramadan, dia mulai berjualan pukul 15.30 WIB. Di luar bulan Ramadan, dia berjualan mulai dari pagi hingga pukul 22.00 WIB.

Tercatat, 20 ekor ayam dibakar di setiap satu kali pemanggangan.
Butuh waktu sampai 45 menit untuk memanggang ayam sampai matang.

Terasa hawa panas di dekat alat pemanggangan. Sesekali dia mengoleskan bumbu. Asap mengepul setiap bumbu dioleskan ke ayam membuat Hilmi mengedipkan mata.

Baca juga: Onde-Onde Buatan Pengusaha Kuliner Asal Serang Ini Berbeda, Diisi Cokelat Greentea dan Keju

Baca juga: Wisata Kuliner di Serang Banten: Mie Ayam Babe, Warung Mie Ayam Mengusung Konsep Bernuansa Alam

Namun, Hilmi tetap melanjutkan pemanggangan sambil menahan pedih di mata.

Terkadang dia juga terkena panas dari alumunium pencapit membuatnya harus menggibaskan tangannya untuk mengurangi rasa sakit walaupun sudah memakai sarung tangan.

Penulis: mildaniati
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved