Mudik Lebaran
Periode Larangan Mudik Lebaran, Jumlah Penumpang di Pelabuhan Merak Cilegon Turun Drastis
Pemberlakuan larangan mudik Lebaran 2021 berdampak pada penurunan jumlah penumpang di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon.
Penulis: Khairul Maarif | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif
TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Pemberlakuan larangan mudik Lebaran 2021 berdampak pada penurunan jumlah penumpang di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon.
Data itu didapatkan berdasarkan pemantauan pada hari pertama pemberlakuan larangan mudik Lebaran, pada Kamis (6/5/2021).
Pemerintah pusat memberlakukan larangan mudik Lebaran 2021 mulai dari 6-17 Mei mendatang.
"Mengalami penurunan sangat signifikan terhadap jumlah penumpang orang yang akan menyeberang," ujar kepala Balai Pengelola Transportasi Darat VIII Banten, Handjar Dwi Antoro kepada TribunBanten.com saat ditemui di ruangannya, Jumat (7/5/2021).
Baca juga: Truk Kontainer yang Dikendarai Remaja Tabrak Pembatas Jalan di Tol Tangerang-Merak
Baca juga: Pengendara Truk Coba Kelabui Petugas di Pelabuhan Merak, kedapatan Bawa Motor Diduga Untuk Mudik
Sebelum pemberlakuan kebijakan itu, kata dia, setiap hari jumlah orang yang bepergian dari Pelabuhan Merak menuju ke Pelabuhan Bakauheni mencapai 25.500 orang.
Angka 25.500 orang itu cenderung dinamis dan mengalami kenaikan atau penurunan setiap hari.
"Kemarin di hari pertama larangan mudik jumlah pejalan kaki menembus angka 8000 artinya sekitar 30% mengalami penurunan," ujarnya.
Sementara itu, dia melanjutkan untuk jumlah kendaraan roda empat juga mengalami penurunan yang signifikan.
Hal ini, karena tidak lepas dari upaya petugas gabungan untuk melakukan penyekatan kendaraan roda empat di exit tol Merak dan pertigaan Gerem.
"Untuk kendaraan logistik relatif sama. Artinya normal karena tidak diberlakukan pelarangan mudik," ungkap Handjar.
Untuk hari Jumat ini, menurut dia, juga terjadi penurunan jumlah penumpang yang menggunakan armada transportasi kapal laut.
"Angka kendaraan logistik yang menyebrang 2500 - 3000. Ini terbilang normal dari sebelum ada pelarangan mudik," tegas Handjar.
Adapun sebelum pemberlakuan larangan mudik Lebaran itu atau tepatnya mulai tanggal 30 April sampai 5 Mei 2021, jumlah penumpang kapal sempat mengalami kenaikan.
Baca juga: Niat Naik Kereta, Penumpang Ini Kaget Lihat Stasiun Serang, Ternyata KA Lokal Merak Tak Beroperasi
Baca juga: Cerita Warga Gagal Mudik Karena Disekat di Pelabuhan Merak: Bingung Mau Kemana
"Di lima hari terakhir menjelang pelarangan mudik angka penumpang mengalami peningkatan mencapai 37.000," tutur Handjar.
Melihat data jumlah penumpang di Pelabuhan Merak, pihaknya sulit memprediksi puncak arus mudik ataupun arus balik.
"Menurut saya himbauan pemerintah selama ini untuk tidak mudik berhasil buktinya tanggal 6 Mei sampai saat ini masih sepi," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/foto-handjar-dwi.jpg)