Breaking News:

Menelusuri Jejak Penyebaran Islam di Tangsel: Keramat Tajug, Makam TB Muhammad Atif anak Raja Banten

Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu kota/kabupaten di Provinsi Banten yang mempunyai jejak peninggalan sejarah penyebaran Agama Islam.

(TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR)
Makam TB Atif dan Ratu Ayu di Keramat Tajug, Serpong, Tangsel, Minggu (9/5/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu kota/kabupaten di Provinsi Banten yang mempunyai jejak peninggalan sejarah penyebaran Agama Islam.

Penyebaran Agama Islam di Kota Tangerang Selatan tidak lepas dari Tubagus Muhammad Atif, anak keenam dari Raja Kesultanan Banten, Sultan Ageng Tirtayasa.

Tubagus Muhammad Atif bertugas untuk mempertahankan wilayah Banten dari serangan kolonial Belanda di Desa Cilenggang.

Jejak sejarah Tubagus Muhammad Atif masih dapat dilihat dari adanya Keramat Tajug, kompleks taman pemakaman bukan umum (TPBU) di Jalan Raya Serpong, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan.

Baca juga: Wisata Religi di Banten: Menyusuri Situs Banten Girang & Ziarah ke Makbaroh Ki Jong Mas dan Agus Ju

Baca juga: Wisata Religi di Cilegon: Al-Quran Raksasa Karya Ulama Ahmad Basharudin, Masih Terawat di Usia 30an

Terletak di pinggir jalan, kompleks pemakaman itu berbentuk seperti bukit.

Ratusan makam mengelilingi lahan yang berada di samping Kali Jaletreng itu.

Di puncaknya terhadap musala atau dalam bahasa Tangsel era dulu disebut tajug.

Di musala itu, terdapat dua makam, yakni makam Tubagus Muhammad Atif dan adiknya, Ratu Ayu.

Untuk ke puncak yang tingginya sekira 100 meter, peziarah harus menelusuri jalan setapak mendaki.

Jika sedang sepi, peziarah yang menggunakan sepeda motor bisa naik sampai depan tajug.

Halaman
1234
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved