Breaking News:

Viral 2 Ibu Hamil di Pandeglang Ditandu Pakai Bambu, Kepala Puskesmas: Tenaga Medis Kita Terbatas

Kepala Puskesmas Sindangresmi, Khamdan Pranama mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi besar-besaran akan hal tersebut.

Dok. Istimewa/Ahmad Muhtadin
Enah (39) harus ditandu ke Puskesmas Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang saat hendak melahirkan lantaran akses jalan ke rumahnya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, Sabtu (1/5/2021). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Dua ibu hamil di Kampung Lebakjeruk, Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten menjadi sorotan tajam beberapa minggu terakhir ini.

Lina Karlina dan Enah merupakan dua ibu hamil yang sempat viral di media sosial lantaran harus ditandu menggunakan bambu dan sarung dari kediamannya menuju puskesmas sejauh 4 Km.

Hal tersebut diakibatkan lantaran kondisi jalan yang rusak dan berlumpur sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Alhasil wargapun, secara bersama-sama harus menandu mereka agar kedua perempuan tersebut dapat menuju Puskesmas.

Ironisnya, saat Enah ditandu ia terjatuh dan juga mengalami kontraksi hebat selama perjalanan.

Selain itu, air ketuban yang pecah pada saat perjalanan membuat Enah mengalami keguguran.

Baca juga: Dinkes Pandeglang Didemo Warga dan Mahasiswa Gara-gara Unggahan Ibu Hamil Ditandu di Medsos

Kepala Puskesmas Sindangresmi, Khamdan Pranama mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi besar-besaran akan hal tersebut.

Apalagi masih terdapat calon ibu muda yang akan melahirkan pada tahun ini.

"Kita sebenarnya sudah ada dokter yang siap datang kerumah kalau memang kondisinya sudah tidak dimungkinkan untuk dibawa ke rumah. Akan tetapi juga kan jumlah tenaga medis kita juga terbatas, jadi kendalanya di sana," katanya saat ditemui, Senin (10/5/2021).

Dirinya menjelaskan, selama ini para ibu yang hendak melahirkan sering datang ke puskesmas untuk mengecek kandungan janinnya per bulan.

Pemeriksaan meliputi perkembangan bayi dalam jani dan juga tekanan darah dan tinggi untuk calon ibu tersebut yang dilakukan secara rutin oleh puskesmas.

Baca juga: Mudik Dilarang di Indonesia, Armand Maulana Nyusul Anak dan Istri untuk Rayakan Lebaran di Inggris

"Para calon ibu itu kita periksa dan kita berikan resep vitamin untuk menjaga kondisi si janin tersebut tidak mengalami hal yang tidak kita inginkan. Dan itu terus kami lakukan untuk kedepannya juga akan terus kita tingkatkan," tegasnya.

Ia pun mengatakan untuk kasus Enah, pihaknya bahkan sudah melakukan pemeriksaan dan dirawat inap dengan secara baik oleh pihak puskesmas.

"Kondisi bayi kembar itu sudah meninggal di dalam kandungan. Tetapi intinya sang bayi sudah dalam kondisi meninggal, apakah di perjalanan atau di lokasi lain. Intinya, pada saat melahirkan itu sudah meninggal," sambungnya.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved