Breaking News:

Aktivitas Penambangan di Gunung Pinang Serang, Warga Resah Ancaman Bencana Longsor dan Banjir

Bahan Galian Golongan C di Gunung Pinang, Kabupaten Serang meresahkan warga sekitar.

TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Bahan Galian Golongan C di Kampung Kerapcak, Desa toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten 

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Bahan Galian Golongan C di Gunung Pinang, Kabupaten Serang meresahkan warga sekitar.

Bahan galian itu berada di Kampung Kerapcak, Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten.

Bahan Galian Golongan C merupakan usaha penambangan berupa tambang tanah, pasir, kerikil, marmer, kaolin, granit dan masih ada beberapa jenis lainnya

Baca juga: Hutan Sakral Baduy Dirusak Tambang Emas, Iti Octavia Jayabaya : Saya Merasa Gagal Sebagai Pemimpin

Baca juga: Polda Banten Tutup Aktivitas Tambang Emas Liar di Gunung Liman

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bahan Galian Golongan C sudah berjalan sejak tahun 2002.

Hingga saat ini galian itu masih berlangsung sehingga membuat masyarakat sekitar khawatir akan mengakibatkan longsor dan banjir.

Berdasarkan pemantauan pada Selasa (11/5/2021), hamparan lahan kosong tampak terlihat gersang, dan kontur tanah tidak teratur akibat dilakukan penggalian.

Sepanjang perjalanan diselimuti debu pekat dan jalanan yang tidak rata dipenuhi tanah membuat menjadi bergelombang.

"Lokasi galian merupakan lokasi perbatasan antara wisata Gunung Pinang," kata Teguh Budiwinanto, Polisi hutan sekaligus pengurus kawasan wisata gunung pinang. Selasa (11/5/2021).

Wisata Gunung Pinang memiliki lahan seluas sekitar 240 hektar dan sisanya adalah milik perorangan.

Menurut Teguh, galian tersebut sudah berjalan sejak lama, sekitar pada tahun 2002.

Halaman
12
Penulis: desi purnamasari
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved