Breaking News:

H-1 Lebaran, Ratusan Perusahaan Belum Beri THR ke Buruh, Tersebar di Sejumlah Daerah

Jelang perayaan Lebaran, masih ada ratusan perusahaan yang belum membayarkan tunjangan hari raya (THR) kepada para karyawan.

Istimewa via manado.tribunnews.com
Ilustrasi THR 

TRIBUNBANTEN.COM - Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah akan dirayakan serentak di Indonesia pada Kamis (13/5/2021).

Namun, jelang perayaan Lebaran, masih ada ratusan perusahaan yang belum membayarkan tunjangan hari raya (THR) kepada para karyawan.

Hal ini diketahui berdasarkan posko pengaduan THR yang dibentuk oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Baca juga: H-3 Lebaran, Belum Dapat THR? Lapor ke Sini

Baca juga: Meski Pendapatan Menurun, Sule Pastikan THR Karyawan Telah Dibayar Penuh Pakai Uang Tabungan

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan tercatat ada ratusan perusahaan yang tidak membayar THR sesuai dengan surat edaran Menaker tentang THR.

Surat edaran Menaker tentang THR menyatakan THR harus dibayar paling lambat H-7, dibayar penuh, tidak dicicil, dan bilamana ada permasalahan maka harus dibayar H-1.

Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di Jakarta, Tangerang, Karawang, Cirebon, Batam, Banjarmasin, Medan, Deli Serdang, Boyolali, Brebes, Pekalongan, Makasar, hingga Sumbawa.

Perusahaan tersebut bergerak di sektor industri outsourcing listrik, tekstil, garmen, sepatu, makanan dan minuman, serta industri padat karya lainnya.

Padahal perusahaan tersebut mampu dan masih beroperasi. Tetapi sejauh ini tidak ada tindakan terhadap perusahaan yang tidak membayar THR sesuai dengan ketentuan tersebut.

“Kasus-kasus pembayaran THR yang tidak sesuai dengan surat edaran Menaker bisa dijumpai di PT Pan Brothers di Boyolali, PT Agung Pelita Industrindo di Brebes, perusahaan tekstil di Pekalongan, dan seluruh mayoritas outsourcing PLN di seluruh Indonesia serta perusahaan-perusahaan lain. Hal ini menjelaskan ketidakmampuan Menaker menegakkan aturan tentang THR,” ujar Said Iqbal, Selasa(11/5/2021).

“Sudah mudik dilarang, TKA dibiarkan masuk melenggang kangkung ke Indonesia di tengah pandemi dan lip services atau hanya pemanis bibir tentang pembayaran THR," imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved