Breaking News:

News

Polisi Pastikan Pemudik yang Balik ke Jakarta dengan Surat Bebas Covid-19 Palsu Akan Ditindak Tegas

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menegaskan masyarakat yang ingin masuk ke Jakarta pasca Idul Fitri 1442 H harus membawa surat bebas Covid-19.

Editor: Zuhirna Wulan Dilla
istimewa
Ilustrasi penyekatan di Pos Penyekatan Ciwandan di Jalan Lingkar Selatan (JLS). 

TRIBUNBANTEN.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menegaskan masyarakat yang ingin masuk ke Jakarta pasca Idul Fitri 1442 H harus membawa surat bebas Covid-19.

Melansir Tribunnews, surat dengan hasil negatif itu harus ditunjukkan saat pihak kepolisian melakukan pemeriksaan dengan batas waktu melakukan tes rapid 1x24 jam.

"Pada kesempatan ini saya mengimbau kepada masyarakat yang akan balik ke Jakarta agar mempersiapkan diri dengan menyiapkan surat keterangan bebas Covid-19," kata Fadil saat meninjau pos pemeriksaan arus balik Idul Fitri di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek KM 34 B, Minggu (16/5/2021).

Baca juga: Pemudik Balik ke Jakarta Tak Perlu Lagi Bawa SIKM Tapi Harus Siapkan Ini, Berikut Penjelasannya

Fadil mengatakan, tes Covid-19 tersebut dapat dilakukan masyarakat yang ingin kembali ke Jakarta dengan beragam metode pengecekan. Baik swab antigen maupun PCR test.

Menurut mantan Kapolda Jawa Timur itu, jika pengendara sudah melakukan tes pemeriksaan Covid-19 di tempat keberangkatan, maka akan diloloskan di beberapa pos pemeriksaan yang digelar pihak kepolisian.

Polri saat ini memang tengah menggelar pos pemeriksaan arus balik Idul Fitri dengan melakukan tes swab antigen secara acak kepada pengendara yang didapati tidak membawa surat bebas Covid-19 saat kembali ke Jakarta.

Baca juga: SAH! Polda Metro Jaya Perpanjang Operasi Penyekatan Arus Balik Pemudik Hingga 24 Mei 2021

Fadil mengatakan, surat keterangan bebas Covid-19 akan memudahkan perjalanan masyarakat yang akan kembali ke Jakarta.

Namun ia juga mengingatkan, jika dalam praktiknya ditemukan ada yang membawa surat rapid test antigen palsu, pihaknya akan melakukan penindakan.

Kata Fadil, saat ini kepolisian telah membentuk tim khusus untuk menindak pidana pengendara yang didapati menyertakan surat swab palsu tersebut.

"Pasti kami periksa. Kami sudah membentuk tim untuk memeriksa apakah itu pemalsuan atau tidak. Jika ada pemalsuan akan diproses dengan tindak pidana pemalsuan surat," tutur Fadil.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved