Breaking News:

Tempat Wisata Ditutup

Tempat Wisata Ditutup Demi Cegah Penyebaran Covid, Pemkab Serang Fasilitasi Pengelola Pantai

Upaya dilakukan, agar tidak ada pihak yang dirugikan namun tetap mementingkan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Editor: Yudhi Maulana A
Dok. Pemkab Banten
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berupaya memfasilitasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang dan pengelola pantai di kawasan wisata Pantai Anyar dan Cinangka 

TRIBUNBANTEN.COM - Seiring dengan aturan penutupan tempat wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berupaya memfasilitasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang dan pengelola pantai di kawasan wisata Pantai Anyar dan Cinangka.

Hal itu diwujudkan dengan menyampaikan surat permohonan revisi surat tentang penutupan sementara tempat wisata.

Upaya dilakukan, agar tidak ada pihak yang dirugikan namun tetap mementingkan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Hal itu disampaikan oleh Asisten Daerah (Asda) I Bidang Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Nanang Supriatna pada Sosialisasi Surat Surat Instruksi Gubernur Banten Nomor 556/901-DISPAR/2021 tentang Penutupan Sementara Destinasi Wisata Dampak Libur Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021, yang telah dikeluarkannya sejak 15 Mei hingga 30 Mei 2021.

“Undangan ini di inisiasi Ibu Bupati Serang menginstruksikan pada saya untuk bisa mengundang dan bertemu dengan PHRI dan pengelola pantai dan Satgas Covid-19,”ujar Nanang dalam siaran pers yang diterima TribunBanten.com.

“Kami sudah siapkan draft usulan bupati ke gubernur agar penutupan tidak sampai 30 Mei karena kelamaan, sedangkan Jakarta sampai 18 Mei. Sehingga draft sudah ditandatangani bupati tinggal disampaikan ke gubernur, mudah-mudahan bisa direspon baik gubenur, dan aspriasi hari ini akan menguatkan kembali dari PHRI dan pengelola pantai,”ungkap Nanang . 

Dia mengatakan, didasari kejadian kemarin bahwa dengan dampak yang ditutup kondisi jalanan itu luar biasa sangat macet membludak disini semua tamu dari Kabupaten Serang bahkan dari luar.

Baca juga: Masjid Agung Banten Tetap Buka dan Dipadati Peziarah Meski Ada Kebijakan Penutupan Tempat Wisata

“Saya kebetulan memantau di Karang Bolong, Pesona Krakatau, jalur Pabuaran sampai karang bolong 6 jam macet 17 kilometer, Cilegon Anyer 7 jam,”katanya.

Dari kemacetan ini ada dua sisi, pertama antusias masyarakat bahwa geliat ekonomi sudah mulai tapi dikhawatirkan pimpinan ada klaster baru sehingga Gubernur Banten malam Minggu pukul 21.00 WIB mengeluarkan instruksi agar ditutup seluruh objek wisata. Sehingga diikuti bupati surat edaran bersama dilakukan penutupan.

"Sehingga pada Minggu bergerak tim Satgas Covid untuk menutup tempat wisata,”ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved