Breaking News:

Momen Unik, Menag: Idul Fitri dan Kenaikan Isa Almasih Bisa Diperingati Bersamaan 200 Tahun Sekali

Umat beragama Islam di Indonesia baru saja merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Editor: Glery Lazuardi
Humas Kemenag RI
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. 

TRIBUNBANTEN.COM - Umat beragama Islam di Indonesia baru saja merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan makna Idul Fitri adalah spirit
menumbuhkembangkan nilai persatuan, kekeluargaan dan gotong royong.

"Kita kembali pada keseimbangan tata sosial yang telah diwariskan para pendahulu," kata dia.

Menurut dia, toleransi harus terwujud dalam kehidupan keagamaan dan sosial bangsa, jangan terbatas pada simbolik perayaan semata.

Untuk itu, dia mengingatkan agar meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama.

Tidak terbatas simbolik perayaan ataupun peringatan keagamaan, namun terus ditingkatkan dalam kehidupan keagamaan dan kehidupan sosial.

Sikap moderat dalam beragama atau moderasi beragama diyakini dapat memupuk sikap toleransi dan kerukunan umat beragama.

Baca juga: Menag Buka Opsi Relaksasi PSBB di Rumah Ibadah

Baca juga: MUI Ingatkan Menteri Agama Yaqut Cholil Hati-hati soal Rencana Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah

Untuk itu, seluruh umat beragama diharapkan memiliki cara pandang, sikap dan praktik beragama dalam perspektif jalan tengah yang melindungi martabat kemanusiaan.

Mengingat pada saat umat Muslim merayakan Idulfitri 1442 H lalu, umat Kristiani memperingati Kenaikan Yesus Kristus.

Selain menjadi hari besar bagi umat agama masing-masing, Yaqut menilai perayaan Lebaran dan Kenaikan Yesus Kristus tahun ini bisa menjadi momentum mempererat toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved