Breaking News:

Kabupaten Serang Belum Kebagian Vaksin AstraZeneca, Kadinkes: Saat Ini Masih Pakai Sinovac

Menurutnya, pemerintah daerah hanya menerima dan tidak dapat memilih sendiri jenis atau merek vaksin untuk vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehat

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Qodir
ENDRIK SCHMIDT / DPA-ZENTRALBILD / DPA PICTURE-ALLIANCE MELALUI AFP
Ilustrasi vaksin Covid-19 AstraZeneca 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Penggunaan AstraZeneca dihentikan pemerintah pusat setelah sempat didistribusikan ke beberapa provinsi di Indonesia.

Namun, vaksin asal Inggris tersebut belum sampai ke wilayah Provinsi Banten.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Agus Sukmajaya mengatakan, hingga saat ini vaksin yang diterima dan digunakan di wilayahnya adalah vaksin Sinovac.

"Kami belum menerima vaksin tersebut dari pusat hingga saat ini," ujar Agus TribunBanten.com di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Ada Laporan Kasus Pembekuan Darah, 4 Ini Negara Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Menurutnya, pemerintah daerah hanya menerima dan tidak dapat memilih sendiri jenis atau merek vaksin untuk vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan.

Selain itu, dosis Vaksin AstraZeneca dan vaksin Sinovac juga berbeda.

"Engga bisa kami pilih untuk menerima vaksin jenis apa, itu kewenangan ada dari pusat," kata Agus.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat memutuskan menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca Batch CTMAV547 untuk menunggu hasil investigasi dan pengujian lebih lanjut atas efek samping vaksin tersebut dari WHO dan BPOM.

Baca juga: BPOM Umumkan Tunda Distribusi dan Penggunaan Vaksin AstraZeneca, Kenapa? Berikut Penjelasannya

Pemerintah Indonesia sendiri telah tiga kali melakukan impor Covid-19 AstraZeneca asal Inggris pada 3 Maret 2021 sebanyak 1,1 juta dosis, pada 26 April 2021 sebanyak 3,8 juta dosis dan pada  8 Mei 2021 sebanyak 1,3 juta dosis.  

Adapun vaksin AstraZeneca Batch Batch CTMAV547 hanya berjumlah 448.480 dosis dan merupakan bagian dari 3.852.000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO. Batch tersebut sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Kementerian Kesehatan untuk mengevaluasi pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca bagi penduduk usia muda.

Baca juga: Detik-detik Terakhir Pemuda Asal Jakarta Meninggal Setelah Divaksin AstraZeneca, Begini Kejadiannya

Permintaan itu disampaikan Anies kepada Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyusul adanya dugaan kasus kematian seorang pemuda berusia 22 tahun setelah disuntik vaksin AstraZeneca.

Namun, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi telah menyatakan dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi Covid-19 adalah karena penyebab lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya.

Artikel lain terkait Vaksin AstraZeneca di TribunBanten.com

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved