Breaking News:

Cerita Nur Cholis Manfaatkan Limbah Drum jadi Meja dan Kursi Bernilai Jual Jutaan Rupiah

Ia pun mengungkapkan, pihaknya dapat menjual sepuluh unit meja dan kursi dalam sebulan, dengan keuntungan 30 persen dari nilai jual.

TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Sejumlah produk kerajinan dari dari bahan limbah drum dan kayu di Sanggar Wuni Kreasi di Jalan Kyai Haji Mudzakir Lingkungan Kubangsaron, RT 04/02, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Sabtu (22/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Sejumlah produk meja, kursi westafel, vas bunga hingga talenan terpajang di sebuah gerai bernama Sanggar Wuni Kreasi di Jalan Kyai Haji Mudzakir Lingkungan Kubangsaron, RT 04/02, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Sabtu (22/5/2021).

Siapa sangka produk-produk tersebut merupakan hasil kerajinan dengan bahan dasar limbah sampah tidak terpakai, seperti drum dan kayu, dari sejumlah pabrik, di wilayah tersebut.

Sanggar Wuni Kreasi didirikan oleh Nur Cholis (35) pada 2017.

Sanggar itu didirikannya untuk mewadahi kreativitas warga sekitar dengan memanfaatkan limbah pabrik menjadi produk kerajinan bernilai jual sehingga membantu perekonomian mereka.

"Karena wilayah kami ini banyak industri, saya berpikir kira-kira ada potensi apa aja yang bisa dikembangkan untuk pemanfaatan warga lokal," kata Nur Cholis saat ditemui TribunBanten.com di Sanggar Wuni Kreasi.

Warga pekerja membuat kerajinan meja dan kursi berbahan dasar limbah drum dan kayu di Sanggar Wuni Kreasi di Jalan Kyai Haji Mudzakir Lingkungan Kubangsaron, RT 04/02, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Sabtu (22/5/2021).
Warga pekerja membuat kerajinan meja dan kursi berbahan dasar limbah drum dan kayu di Sanggar Wuni Kreasi di Jalan Kyai Haji Mudzakir Lingkungan Kubangsaron, RT 04/02, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Sabtu (22/5/2021). (TribunBanten.com/Khairul Ma'arif)

Limbah drum dan kayu tersebut berasal dari warga sekitar yang dikumpulkan dari limbah pabrik di bank sampahnya.

Selanjutnya, tiga pekerja yang merupakan warga sekitar membuat limbah tersebut menjadi produk kerajinan meja dan kursi.

Namun, ketiga warga itu bukanlah pekerja menetap karena dapat digantikan oleh warga lainnya.

"Kami belum bisa menetapkan orang-orang yang bekerja di sini. Biasanya siapa pun yang punya waktu kosong bisa ke sini," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Khairul Ma'arif
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved