Breaking News:

Catat! Sebelum Masuk Kawasan Banten Lama, Wisatawan di Tes Swab Antigen

Mencegah penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di kawasan wisata religi Banten Lama, Polres Serang Kota melakukan program screening 3T.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Mencegah penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di kawasan wisata religi Banten Lama, Polres Serang Kota melakukan program screening 3T. 

TRIBUNBANTEN.COM - Mencegah penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di kawasan wisata religi Banten Lama, Polres Serang Kota melakukan program screening 3T.

Polres Serang Kota bekerjasama dengan Satgas Covid-19 melakukan program screening 3T

Kabagops Polres Serang Kota Kompol Yudha Hermawan mengatakan, pengunjung wisata religi kurang lebih ada 500 orang, sebagian dari mereka dilakukan tes swab antigen.

"Dilakukan screening secara random dan selektif, tujuannya adalah untuk meyakinkan bahwa di tempat wisata religi kondisinya masih aman dari sebaran Covid-19," kata Kompol Yudha, dalam keterangannya, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga: Objek Wisata di Anyer dan Cinangka Dibuka Kembali, Hotel dan Pantai Disemprot Biar Bebas Covid-19

Baca juga: Pengunjung Memadati Objek Wisata Pantai di Kawasan Carita Pandeglang Minggu Sore

Kemudian untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan serta memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk meningkatkan imun, iman dan aman baik bagi diri sendiri, lingkungan maupun keluarga.

Hasil dari tes yang dilakukan secara random ini dinyatakan 50 pengunjung Non Reaktif Covid-19, namun masih terdapat masyarakat yang takut atau menghindar saat tes swab antigen.

"Total keseluruhan kami menyediakan 110 alat swab antigen, namun kita melakukan tes kepada 50 orang pertama secara random dan 5 orang petugas, kemudian kami juga akan melakukan kembali secara bertahap," ungkapnya.

Lokasi Banten Lama ini dipilih karena merupakan salah satu icon di Provinsi Banten yang menjadi destinasi wisata religi dan banyaknya orang yang melakukan aktivitas di lingkungan Banten Lama ini sehingga perlu dilakukan langkah konkrit dan strategis untuk percepatan penanganan dan antisipasi penyebaran Covid-19.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa wasapada dan menjaga disiplin protokol kesehatan dan menjadi agen gerakan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi tujuannya untuk melindungi masyarakat mengingat keselamatan rakyah adalah hukum tertinggi.

Hadir dalam kegiatan para Kasat, Kapolsek, Kasi dan anggota Polres, TNI, Dinkes, Satpol PP dan BPBD serta pengelola Kawasan Banten Lama.

Di lokasi yang sama, hadir Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, membandingkan perbedaan kasus Covid-19 di tahun 2020 dan 2021.

Baca juga: PSBB Banten Diperpanjang, Tempat Wisata Pantai Anyer dan Cinangka Kembali Dibuka

Baca juga: Wali Kota Serang Kritisi Gubernur Banten: Keputusan Penutupan Tempat Wisata Tergesa-gesa

Menurut Ikbal, di tahun 2021 ini terdapat peningkatan kasus positif Covid-19, di tahun 2020 ada 1.088 kasus, sementara di 2021 hampir 1.300 kasus yang terdeteksi.

"Tetapi dilihat dari angka kematian justu lebih kecil dibanding tahun 2020, dimana di tahun 2021 angka kematian hanya 2 persen, sedangkan di tahun 2020 mencapai 2,4 persen,"ujar Ikbal.

Dengan kegiatan ini sebagai wujud kebersamaan dari seluruh jajaran termasuk Polri dan Satgas Covid-19, kita semua sepakat menekan penyebaran Covid-19. Dan alhamdulillah sampai saat ini datanya sudah menurun di beberapa tempat, mudah-mudahan dengan kebijakan pemerintah dengan program vaksinasi dan 3T berjalan lancar.

"Untuk kasus tertinggi penyebaran Covid-19 masih didominasi di Kecamatan Serang, karena mobilitasnya tinggi dan perkantoran relatif berada, Kota Serang saat ini masih berada di zona kuning, mudah-mudahan kedepan zona hijau," tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved