Breaking News:

Ingin Genjot Pemasukan Pajak BPHTB dan Hilangkan Permainan, Wali Kota Serang Bentuk Tim Khusus

"Jadi, ini kita mau seragamin harganya, di kantor pajak sama, di notaris sama, dan di pemerintah pajaknya sama, jadi tidak bisa dikurangi

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Wali Kota Cilegon Helldy Agustian di acara 'Penyuluhan Pajak Daerah UPTD Pelayanan Pajak Wilayah III BPKAD Kota Cilegon', di Hotel Royak Krakatau, Senin (24/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian mengapresiasi capaian pendapatan dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sehingga menempatkannya sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) nomor dua tertinggi di Kota Cilegon.

Meski begitu, Helldy menginginkan peningkatan kembali pemasukan dari BPHTB tersebut, di antaranya dengan membentuk tim khusus.

Hal itu disampaikan Helldy Agustian di sela acara 'Penyuluhan Pajak Daerah UPTD Pelayanan Pajak Wilayah III BPKAD Kota Cilegon', di Hotel Royale Krakatau, Senin (24/5/2021).

Helldy mengatakan nantinya tim tersebut akan bertugas mengevaluasi pemasukan BPHTB guna meningkatkan PAD Kota Cilegon.

Tim tersebut terdiri dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon, Badan Pertanahan Nasional (BPN), kantor pajak pratama, para notaris, dan camat.

Baca juga: Wali Kota Cilegon Helldy Agustian Gandeng Kejaksaan untuk Amankan Aset Daerah

Baca juga: DJP Banten Targetkan Penerimaan Pajak 2021 Sebesar Rp 53,7 Triliun, Naik Dibandingkan 2020

"Nanti hasilnya adalah mengevaluasi kinerja saat ini karena adanya temuan antara PPh dan BPHTB harganya berbeda tergantung wilayahnya," uacap Helldy.

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian (tengah) usai Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022, di Hotel Royal Krakatau, Kota Cilegon, Senin (5/4/2021).
Wali Kota Cilegon Helldy Agustian (tengah) usai Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022, di Hotel Royal Krakatau, Kota Cilegon, Senin (5/4/2021). (TribunBanten.com/Khairul Ma'arif)

Lebih lanjut, Helldy menginginkan agar tidak ada lagi perbedaan biaya atau nilai tersebut.

"Jadi, ini kita mau seragamin harganya, di kantor pajak sama, di notaris sama, dan di pemerintah pajaknya sama, jadi tidak bisa dikurangi atau dipermainkan," tandasnya.

Plt Kepala BPKAD Kota Cilegon, Maman Mauludin mengatakan, saat ini PAD dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menempati posisi kedua dalam PAD setelah pemasukan dari Kota Cilegon dari Pajak Penerangan Jalan.

Baca juga: Wali Kota Helldy Agustian Kumpulkan HRD Industri Se-Kota Cilegon Bahas soal Pekerja Magang

Baca juga: Cerita Helldy Agustian Memulai Karier Sebagai Sales Hingga Menjabat Wali Kota: Sama-Sama Melayani

Baca juga: Pengunjung Membludak dan Macet, Dua Gerbang Tol di Cilegon Tujuan Pantai Anyer dan Carita Ditutup

Pada kuartal pertama tahun 2021 saja, PAD dari BPHTB telah mencapai Rp 50 miliar.

"Target pendapatan BPHTB kita di 2021 204 milyar, di kuartal pertama ini kita sudah mencapai Rp 50 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp20 milar di kuartal yang sama," ujarnya.

Maman mengatakan Pemkot Cilegon selalu berupaya meningkatkan PAD. 

"Mari jadikan target ini sebagai tantangan, semua punya beban dan tanggungjawab yang sama untuk berperan serta," ujar Maman yang merangkap sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon itu.

Artikel lain terkait PAD Kota Cilegon di TribunBanten.com

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved