Breaking News:

Makam Fiktif di Lebak Disebut Akan Diisi Syekh Abdul Qodir Jailani, Warga Sebut Menyimpang

dibangunnya makam diduga fiktif tersebut sebagai pengingat bahwa dulunya pernah di petilasan atau dikunjungi oleh para wali.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Masyarakat Kabupaten Lebak beberapa hari terakhir dikagetkan dengan adanya makam diduga fiktif yang dibuat oleh salah seorang warga bernama AN di Kampung Malegor, Desa Sukamarga, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (24/5/2021).

Makam tersebut dibangun di tanah pemakaman umum wilayah sekitar dengan ornamen keramik besar dan panjang mencapai 12 meter.

Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh TribunBanten.com, dibangunnya makam diduga fiktif tersebut sebagai pengingat bahwa dulunya pernah di petilasan atau dikunjungi oleh para wali.

H. Nana salah satu warga yang ditemui mengatakan bahwa pembangunan tempat kuburan fiktif di sana yang dilakukan oleh salah seorang warganya merupakan tindakan yang menyimpang.

Baca juga: Kondisi Terkini Makam untuk Wali Allah di Lebak, 12 Lubang Kubur Dibongkar & Dipasang Garis Polisi

"katanya bangunan kosong itu nantinya akan dipindahkan secara sendirinya dan akan diisi oleh Syekh Abdul Qodir Jailani disini. Secara tidak langsung itu kan sangat menyimpang," katanya saat ditemui.

Menurutnya, sangat tidak mungkin apabila makam atapun ruh dari Syekh Abdul Qodir Jailani dapat dipindahkan sendirinya ke tempat makam fiktif tersebut.

Pemakaman fiktif di Kampung Malegor
Pemakaman fiktif di Kampung Malegor (istimewa)

Padahal dirinya dan masyarakat lainnya telah mengetahui bahwa makam dari Syekh Abdul Qodir sendiri berada di Irak dan sangatlah jauh.

Dirinya juga menyayangkan pola pemikiran Anang yang menyuruh masyarakat untuk datang ke tempat tersebut apabila makan tersebut sudah jadi dan tidak perlu jauh-jauh ke bandung atau bogor untuk berziarah.

"Akhirnya kita bersepakat untuk dibongkar agar tidak menyesatkan banyak orang lah. Dan ini sudah disampaikan oleh MUI juga bahwa sifatnya haram," terangnya.

Baca juga: Cerita Peziarah saat Wisata Religi, Ada Cahaya Putih Terekam Kamera di Sekitar Makam Sunan Ampel

Pihaknya juga mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan pelaku, akan dibangun sebanyak 99 kuburan para wali untuk ruh-ruhnya.

"Maka dari itu nanti cicit, cucu dan anak kami yang berada di sini akan dikubur dimana. Ini kan TPU umum bukan milik pribadi. Makanya enak sekali asal bangun sendiri tanpa ada musyawarah dengan masyarakat," tegasnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved