Breaking News:

News

Umat Muslim Indonesia Miliki Harapan Dapat Berangkat Haji Tahun 2021 Ini, Berikut Penjelasannya

Pemerintah Arab Saudi diketahui akan mengizinkan jemaah dari luar negeri untuk berangkat menunaikan ibadah Haji pada 2021 ini.

Kementerian Media Saudi/AFP
Sebuah gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 31 Juli 2020 menunjukkan para jamaah yang berkeliling di sekitar Ka'bah, tempat suci paling suci di Masjidil Haram di kota suci Saudi, Mekah. Jemaah haji Muslim berkumpul hari ini di Gunung Arafat Arab Saudi untuk klimaks haji tahun ini, yang terkecil di zaman modern dan kontras dengan kerumunan besar tahun-tahun sebelumnya. 

Bahkan dalam skenario awal, Kemenag-RI telah melakukan simulasi potensi kuota jumlah jamaah haji mulai dari 50 persen, 40 persen, 30 persen, 10 persen, hingga 5 persen, dari jumlah total jamaah sesuai aturan awal.

Menurut Huda, kepastian potensi jumlah kuota jamaah haji tersebut juga didasarkan pada tenggat waktu yang tersisa untuk mempersiapkan manasik CJH.

Mengingat, pada Kamis (8/7) mendatang, CJH sudah harus memasuki Asrama Haji di masing-masing daerah untuk menjalani pembekalan.

Dari 5 persen jumlah jamaah haji asal tersebut, akan diberangkatkan dalam 30 kloter, dan dalam sehari akan ada 3 kloter yang akan berangkat ke Tanah Suci, dimulai pada Minggu (11/7).

Sedangkan waktu masa ibadah haji, lanjut Huda, akan dipersingkat menjadi 18 hari. "Sampai di Arab Saudi, 13 Juli 2021. Masa tinggal di Arab Saudi adalah sangat terbatas, 18 hari," jelasnya.

Huda menerangkan, penentuan jumlah CJH yang diperkenankan berangkat dalam kuota 5 persen itu, akan dilakukan oleh pihak Kemenag-RI pusat setelah menimbang aturan yang dilansir secara resmi oleh pihak Pemerintah Arab Saudi.

"Pertama adalah pembagian kuota, berdasarkan urutan nomor kursi. Kedua, daftar berhak lunas, berdasarkan nomor urut kursi. Kemudian, jemaah lunas di 2020, jemaah yang melakukan pengembalian setoran lunas. Terakhir adalah jemaah cadangan," tuturnya.

Baca juga: Ibadah Haji 2021, Kementerian Kesehataan Beri 57.000 Calon Jemaah Vaksinasi Covid-19

Perihal prokes, ungkap Huda, selain wajib telah memperoleh vaksin Covid-19, para CJH diwajibkan menjalani karantina selama enam hari, yakni tiga hari sebelum berangkat. Kemudian, setibanya di Arab Saudi, menjalani tiga hari karantina.

Tak cuma itu, CJH juga wajib menjalani serangkaian testing sejumlah lima kali. Yakni tiga kali rapid test antigen, dan dua kali swab test PCR.

"Terus habis itu langsung menuju Mekkah informasinya apabila itu berjalan, kemungkinan kecil ada Arbain di Madinah," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved