Breaking News:

Polisi Tangerang Gagalkan Pengiriman Ganja 64 Kg yang Dikendalikan Napi Lapas di Jakarta

Kemudian, Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota membuntuti sebuah mobil bernomor polisi B 2784 UFO yang awalnya terindikasi membawa 64 ganja

Editor: Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Polres Metro Tangerang Kota menunjukkan dua tersangka dan barang bukti 65 kilogram narkotika jenis Ganja asal Aceh, Sumatra yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jakarta. 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Satnarkoba Polres Metro Tangerang Kota berhasil menggagalkan pengiriman ganja asal Aceh seberat 64 kilogram yang dikendalikan narapidana lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jakarta.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari upaya petugas membuntuti kendaraan hingga akhirnya anak buah napi tersebut, CR, ditangkap di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 5 Mei 2021.    

Puluhan kilogram barang haram tersebut diselundupkan di dalam sebuah minibus yang ia sewa.

Kemudian, 1 kilogram lagi didapatkan dari calon penerima barang bawaan CR yakni tersangka SW yang juga turut diamankan setelahnya.

CR dalam pemeriksaan polisi mengaku mendapatkan barang narkotika jenis ganja tersebut dari napi WBP.

"Dapat barangnya dari dalam (Lapas)," kata CR di depan awak media, Selasa (25/5/2021).

Baca juga: Modus Penyelundupan Narkoba Saat Lebaran, Paket Sabu Dikemas Dalam Angpao THR

Sementara, Kasatnarkoba Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Pratomo Widodo membenarkan pengakuan CR.

Kendati demikian, ia tidak membeberkan secara rinci Lapas mana yang dimaksud.

"Iya memang benar ada oknum dari Lapas, tapi sifatnya ini dia yang memberitahu saja atau perantara saja antara bandar sama kurirnya," ungkap Pratomo.

Polres Metro Tangerang Kota menunjukkan dua tersangka dan barang bukti 65 kilogram narkotika jenis Ganja asal Aceh, Sumatra yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jakarta.
Polres Metro Tangerang Kota menunjukkan dua tersangka dan barang bukti 65 kilogram narkotika jenis Ganja asal Aceh, Sumatra yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jakarta. (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Menurutnya, dalam penyamarannya, para bandar narkoba tersebut menulis paket berupa produk makanan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved