Tak Ada Perayaan Khusus Saat Hari Raya Waisak, Umat Budha Jalani Ibadah di Vihara Avalokitesvara
di Vihara Avalokitesvara Banten, tampak sejumlah jemaat berdatangan satu persatu untuk menjalankan rangkaian ibadah.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Hari Raya Waisak yang jatuh hari ini, Rabu (26/5/2021) merupakan hari raya penting bagi umat Buddha.
Saat TribunBanten.com berkunjung ke salah satu vihara yang berada di Kota Serang, tepatnya di Vihara Avalokitesvara Banten, tampak sejumlah jemaat berdatangan satu persatu untuk menjalankan rangkaian ibadah.
Ada yang sedang menyalakan dupa, ada yang menyalakan lilin berwarna merah, ada pula yang sedang membawa beberapa jenis buah yang kemudian diletakan di meja.
Humas Vihara Avalokitesvara Banten, Asaji Manggala Putra mengatakan bahwa pada hari ini pengurus Vihara tidak membuat acara khusus untuk merayakan Hari Raya Waisak.
"Ngga ada, sudah dua tahun kita tidak melaksanakan perayaan," ujar Humas Vihara Avalokitesvara Banten saat ditemui di Jalan Tubagus Raya, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Rabu (26/5/2021).
Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini, semua kegiatan peribadatan hari besar di Vihara Avalokitesvara Banten itu semuanya dibatalkan.
Termasuk perayaan Waisak, pada tahun ini ditiadakan.
Baca juga: Fenomena Langka: Gerhana Bulan Total di Hari Raya Waisak, Ini Daftar Wilayah yang Bisa Melihat
Sehingga pada tahun ini seluruh jemaat hanya melakukan ibadah di rumahnya masing-masing.
Di samping itu, walaupun rangkaian acara dibatalkan pihaknya masih tetap membuka vihara bagi jemaat yang mau beribadah.
"Kita cuma memfasilitasi ini bagi para tamu yang mau datang untuk beribadah, hanya saja pengunjung dibatasi," ujarnya.
Jemaat yang telah selesai ziarah dan sembahyang akan diminta untuk langsung pulang.
Biasanya, jemaat ramai datang ke vihara untuk sembahyang pada malam hari.
"Sebenarnya kalo perayaan seharusnya semalam, kalau mau dirayain semalam pukul 18.13 WIB tapi tidak ada," ucapnya.
Sebelum pandemi Covid-19, prosesi sembahyang saat Hari Raya Waisak dilakukan secara berjamaah.
"Kalau tetap dilaksanakan Vihara ini bisa mencapai 11.000 jemaah, jadi bagaimana cara mengatur prokes nya kan nggk bisa," ucapnya.
Jemaat yang datang pun biasanya tak hanya dari Banten saja, tapi dari luar daerah seperti Sumatera, Kalimantan dan daerah lainnnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/suasana-di-vihara-avalokitesvara-serang-banten-saat-hari-raya-waisak-rabu-2652021.jpg)