Breaking News:

Angkatan Kerja Capai 138 Juta Orang, Masih Banyak Penduduk Usia Produktif Menganggur di Indonesia

Sebanyak 138 juta orang Indonesia masuk dalam kategori penduduk usia produktif. Penduduk usia produktif itu berada di rentang usia 15-64 tahun.

Editor: Glery Lazuardi
Tribun Pontianak
Ilustrasi pengangguran meningkat 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak 138 juta orang Indonesia masuk dalam kategori penduduk usia produktif. Penduduk usia produktif itu berada di rentang usia 15-64 tahun.

Jumlah 138 juta itu mencapai 60 persen dari 270 juta total penduduk Indonesia.

Per Februari 2021, tingkat pengangguran di Indonesia telah turun menjadi 6,26 persen, atau sebanyak 8,75 juta orang.

Untuk itu, diperlukan lapangan kerja dalam jumlah besar agar dapat penduduk usia produktif dapat bekerja.

Baca juga: Dampak Covid-19: Jumlah Pengangguran di Indonesia Tembus 8,75 Juta

Baca juga: Data BPS: Angka Pengangguran di Banten Tertinggi Kedua di Indonesia per Februari 2021

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, saat ini masih banyak penduduk Indonesia berusia produktif yang masih menganggur.

Padahal, kata dia, per Februari 2021 pengangguran di Indonesia telah turun menjadi 6,26 persen atau sebanyak 8,75 juta orang.

"Saat ini masih banyak penduduk yang tergolong usia produktif tapi masih menganggur," kata Muhadjir saat Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2021, Kamis (27/5/2021) dikutip dari siaran pers.

Meskipun menurun, tetapi kondisi penduduk usia produktif yang masih banyak menganggur menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Saat ini, kata dia, jumlah penduduk usia produktif yang tergolong angkatan kerja di Indonesia ada sebanyak 138 juta orang.

Jumlah itu mencapai 60 persen dari 270 juta total penduduk Indonesia.

"Hampir 60 persen penduduk kita adalah usia produktif. Sisanya itu yang tidak produktif. Baik yang lansia maupun sekarang yang tertunda masuk perguruan tinggi atau masih di SMA atau SMK," ujar dia.

Oleh karena itu, pemerintah pun bertugas menyiapkan lapangan pekerjaan melalui investasi besar-besaran.

Hal tersebut disebutkannya harus dilakukan jika angkatan kerja di Indonesia betul-betul bekerja dan masuk ke dalam angkatan kerja produktif.

"Lapangan pekerjaan yang produktif ini yang menjadi tantangan kita bersama," kata dia.

Muhadjir mengatakan, Indonesia tidak ingin terperangkap menjadi negara dengan pendapatan menengah (middle income trap).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved