Breaking News:

Dema UIN Soroti Kasus Korupsi di Pemprov Banten, Sangat Miris Sekali

Pada 2001, kejadian serupa pernah terjadi. Namun, kejadian itu tidak menjadi pembelajaran atau evaluasi pembenahan Pemerintah Provinsi Banten.

Istimewa
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, menyelenggarakan diskusi webinar dengan tema 'Desas Desus Berujung Kasus Dana Hibah Pondok Pesantren di Pemprov Banten', Jumat (28/05/21). 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, menyelenggarakan diskusi webinar dengan tema 'Desas Desus Berujung Kasus Dana Hibah Pondok Pesantren di Pemprov Banten', Jumat (28/05/21).

Direktur Eksekutif Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP), Uday Suhada, mengatakan kasus dugaan korupsi penyaluran dana hibah Pondok Pesantren yang sedang ditangani Kejaksaan Tinggi Banten, bukan kali pertama terjadi.

Pada 2001, kejadian serupa pernah terjadi. Namun, kejadian itu tidak menjadi pembelajaran atau evaluasi pembenahan Pemerintah Provinsi Banten.

"Saya memandang ini sangat miris sekali, dana hibah untuk ponpes juga ikut menjadi santapan untuk memperkaya diri pribadi atau kelompok," ujar Uday selaku narasumber dalam diskusi webinar, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima TribunBanten.com.

Baca juga: Dana Hibah Ponpes di Banten Disunat, Kali Ini Mantan Kabiro Kesra dan Katim Evaluasi Ditahan 

Baca juga: Dana Hibah Pesantren Disunat, Swasta Tersangka, Pimpinan 150 Ponpes Diperiksa Kejati Banten

Baca juga: Dana Hibah 150 Pesantren Disunat, Pengurus Ponpes dan Honorer Pemprov Banten Tersangka

Mantan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten, TS dan mantan Ketua Tim Evaluasi penganggaran dana hibah Ponpes di Banten Tahun 2018 dan 2020, IS, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas korupsi bantuan dana hibah Pondok Pesantren, usai pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Banten, Jumat (21/5/2021). 
Mantan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten, TS dan mantan Ketua Tim Evaluasi penganggaran dana hibah Ponpes di Banten Tahun 2018 dan 2020, IS, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas korupsi bantuan dana hibah Pondok Pesantren, usai pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Banten, Jumat (21/5/2021).  (Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin)

Ia juga mengatakan, kasus yang ditemui di lapangan beragam mulai adanya dana bantuan yang dipotong alias disunat sampai data penerima bantuan fiktif.

Dana hibah yang diberikan secara cuma-cuma untuk ponpes di Banten ada dua jenis. Pertama, dana hibah reguler sekitar Rp 30.000.000 dan kedua, dana hibah berbentuk fisik sebesar Rp100 jutaan per satu pondok pesantren.

"Inilah yang saya temuin, kenyataan masih banyak oknum-oknum yang bermain dengan uang rakyat apalagi kasus kali ini dana hibah untuk pesantren," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Lawyer Club (BLC) Afriman Oktavianus mengatakan, sebenarnya sudah ada regulasi tentang penyaluran dana hibah, mulai Peraturan Pemerintah (PP) sampai peraturan pelaksana berupa Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 49 Tahun 2017 dan Pergub Nomor10 Tahun 2019.

Baca juga: Kasus Korupsi di Banten Libatkan Pejabat dan PNS jadi Sorotan Publik, Ini Kata Sekda Provinsi Banten

Baca juga: ICW Minta Kejati Banten Periksa Gubernur Banten di Kasus Korupsi Dana Hibah Ponpes dan Masker

"Aturan sudah ada, seharusnya dalam pelaksanaan juga bisa berjalan dengan baik dengan sistem yang sudah dibangun," paparnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim secara simbolis menyalurkan dana hibah terhadap 130 pondok pesantren dari Pemprov Banten di Aula Masjid Raya AlBantani KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (18/2/2020).
Gubernur Banten Wahidin Halim secara simbolis menyalurkan dana hibah terhadap 130 pondok pesantren dari Pemprov Banten di Aula Masjid Raya AlBantani KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (18/2/2020). (bantenprov.go.id)

Menurutnya, seharusnya implementasi pemberian dana hibah tidak berhenti pada regulasi tersebut, tapi harus ada kontrol agar dana hibah berjalan lancar dan tepat sasaran.

Halaman
12
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved