Breaking News:

Pilu Ibu Hamil Sampai Nenek 70 Tahun Berobat Ditandu di Sindangresmi, Puskesmas: Setop Salahkan Kami

"Jalan itu rusak karena tidak diperbaiki kan, dan itu bukan kewenangan kami. Jadi, setop untuk menyalahkan kami!"

Dok. Pribadi
Asmi, nenek 70 tahun, ditandu dengan sarung oleh warga saat hendak berobat ke Puskesmas di Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/5/2021). Hal itu dilakukan karena kondisi jalan di wilayah itu rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan. 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Tiga kisah pilu warga kesulitan menuju fasilitas kesehatan datang dari Kecamatan Sinadangresmi Kabupaten Pandeglang dua bulan terakhir hingga menjadi sorotan publik. 

Dua ibu hamil, Lina Karlina (25) dan Enah (39) terpaksa harus ditandu warga dengan sarung saat hendak melahirkan ke Puskesmas Sindangresmi, karena jalan di wilayah tempat tinggal mereka rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Pun demikian dengan kisah nenek Asmi, 70 tahun, yang harus ditandu sarung oleh warga saat hendak berobat ke puskesmas tersebut.

Kepala Puskesmas Sindangresmi, Khamdan Pranama menyampaikan pihaknya tidak berada dalam permasalahan ketiga warga yang kesulitan menuju fasilitas kesehatan puskesmas itu.

Sebab, kejadian yang menimpa ketiga warga hingga viral di media sosial itu berakar dari permasalahan jalan rusak. Dan hal itu merupakan tanggung jawab dan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pandeglang maupun dinas terkait.

Baca juga: Dua Ibu Hamil Ditandu Sarung Saat ke Puskesmas Hingga Bayi Meninggal, Kadinkes Pandeglang Menghilang

Baca juga: Dinkes Pandeglang Didemo Warga dan Mahasiswa Gara-gara Unggahan Ibu Hamil Ditandu di Medsos

Selain itu, lanjut Khamdan, pihaknya juga telah menerjunkan tenaga medis maupun perawat untuk melakukan jemput bola dengan mendatangi warga yang membutuhkan bantuan pengobatan maupun lainnya di tempat tinggal warga.

Oleh karena itu, dirinya maupun tenaga medis kesehatan Puskesmas Sindangresmi tidak dapat disalahkan.

"Jalan itu rusak karena tidak diperbaiki kan, dan itu bukan kewenangan kami. Jadi, setop untuk menyalahkan kami!" ujar Khamdan saat dihubungi, Jumat (28/5/2021).

"Dari kami sendiri sudah sering menugaskan perawat dan tenaga medis kami untuk datang ke rumah masyarakat," sambungnya.

Baca juga: Dua Ibu Hamil Ditandu Saat Mau Melahirkan Karena Jalan Rusak, Pemkab Pandeglang Enggan Disalahkan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved