News
Siswi SMP di Sumenep Meninggal dengan Mulut Berbusa 4 Jam Setelah Dipaksa Nikah Siri
Setahun lalu, RA pernah dua kali kabur dari rumah karena tidak mau dijodohkan dan masih ingin sekolah.
TRIBUNBANTEN.COM - Nasib malang dialami RA (16), siswi SMP asal Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Anak yang masih sekolah kelas 9 itu meninggal dunia dengan mulut berbusa empat jam setelah dinikahkan secara siri oleh orang tuanya.
Meninggalnya korban memunculkan spekulasi karena banyak misteri yang harus ditelusuri.
Gadis belia berinisial A ini, Selasa (25/5/2021) sekitar pukul 07.00 WIB dinikahkan oleh orang tuanya secara siri dengan seorang pemuda dari Desa Batu Tali, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura.
Setahun lalu, RA pernah dua kali kabur dari rumah karena tidak mau dijodohkan dan masih ingin sekolah.
Dan pada hari Selasa kemarin itu, RA tidak bisa menolak dan harus menikah secara siri dengan pemuda pilihan orang tuanya.
Nahas, pelaksanaan pernikahan dini siswi SMP itu berujung petaka.
Baca juga: Curiga Duduk di Seberang Masjid, Imam Kampung dan Janda Anak 4 Selingkuh Langsung Dinikahkan Warga
Siswi SMP kelas 9 asal Kolo-kolo, Sumenep itu meninggal dunia empat jam setelah pernikahannya. Tubuhnya kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa.
Sejauh ini penyebab keluarnya busa dari mulut korban belum ada kejelasan secara pasti.
"Setelah dinikahkan siri paginya sekitar pukul 07.00 WIB, siangnya meninggal dunia dengan mulut berbusa," kata tetangga korban saat dikonfirmasi, Jumat (28/5/2021).
Cewek cantik yang diduga mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri itu sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Namun, upaya penyelamatan tak membuahkan hasil. Korban meninggal dunia.
"Tahun 2020 lalu juga sempat mau dinikahkan secara siri, namun anak perempuan itu menolak karena masih ingin sekolah," tambahnya.
Baca juga: Kisah Cinta NA dengan Penyidik Berawal dari Pelanggan Salon, Nikah Siri Hingga Insiden Sate Beracun
Sementara itu, Kapolsek Kangean, Iptu Agus Sugito soal informasi tersebut mengaku korban meninggal dunia saat dalam perawatan di Puskesmas.
"Itu sakit dibawa ke Puskesmas dan dalam perawatan meninggal dunia karena mulut berbusa setelah dikawinkan. Namun keluarga tidak melapor," kata Iptu Agus Sugito.
Sementara itu Kepala Desa Kolo-Kolo, Mahfudz saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya tidak menjawab meskipun nada dering teleponnya terdengar aktif.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Pagi Dinikahkah Orang Tua, Siangnya Siswi SMP Kelas 9 Ditemukan Meregang Nyawa, Mulut Keluar Busa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/siswi-smp-asal-sumenep-meninggal-beberapa-jam-setelah-dinikahkan-siri.jpg)