Breaking News:

UPDATE Investigasi Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182: KNKT Koordinasi dengan Amerika, Ini Hasilnya

Hasil investigasi pesawat udara Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ182 belum didapatkan.

Editor: Glery Lazuardi
Dok. Humas Korbrimob Polri
Tim SAR Gabungan Polri melakukan Upacara Tabur Bunga untuk mendoakan para korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di atas Kp. Bisma - 8001 di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Senin (18/1/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Hasil investigasi pesawat udara Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ182 belum didapatkan.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mengalami kecelakaan di Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021.

Pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan pertemuan dengan National Transport Safety Board (NTSB), Federal Aviation Administration (FAA) dan Transport Safety Investigation Beareu (TSIB).

Menurut KNKT dalam pertemuan tersebut, disimpulkan bahwa pemeriksaan komponen belum selesai dilaksanakan karena ada beberapa kendala antara lain kerusakan alat pengetesan.

Baca juga: Sriwijaya Air Tawarkan Pengunduran Diri Sukarela untuk Karyawan, Berikut Besaran Pesangonnya

Baca juga: UPDATE Sriwijaya Air SJ 182: KNKT Unduh Rekaman Percakapan Penerbangan CVR

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyebutkan, pemeriksaan komponen pesawat Sriwijaya Air yang dikirim ke Amerika Serikat (AS) belum selesai diinvestigasi karena ada beberapa kendala.

"Kendala tersebut yaitu karena adanya kerusakan pada alat untuk melakukan pengetesan terhadap komponen yang dikirim," kata Soerjanto dalam keterangannya, Jumat (28/5/2021).

Sementara itu dari hasil investigasi KNKT menemukan adanya problem pada pengatur tenaga mesin.

Meski demikian, KNKT belum menemukan keterkaitan antara kegagalan flap synchro wire dengan pergerakan pengatur tenaga mesin.

Sedangkan investigasi sementara juga menyatakan sangat kecil kemungkinan flap synchro wire ini menyebabkan kecelakaan.

“Pada tahap ini kami masih akan melakukan banyak pemeriksaan dan penelitian sehingga penyebab kecelakaan masih belum diketahui,” kata Soerjanto.

KNKT memiliki waktu satu tahun untuk merilis laporan final dari investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Batas waktu tersebut dihitung sejak kecelakaan terjadi pada 9 Januari lalu.

Baca juga: CVR Sriwijaya Air Ditemukan Pakai Kapal Penyedot Lumpur, Tim Hampir Menyerah di Hari Akhir Pencarian

Baca juga: CVR Sriwijaya Air Ditemukan Pakai Kapal Penyedot Lumpur, Tim Hampir Menyerah di Hari Akhir Pencarian

KNKT sebelumnya telah menyampaikan laporan sementara pasca-30 hari kecelakaan terjadi. Dalam laporannya, KNKT meneliti sistem autothrottle pesawat yang diduga mengalami masalah dan 13 komponen yang berhubungan dengan sistem pengatur kecepatan tersebut.

Hingga saat ini investigasi juga masih mendalami data Flight Data Recorder (FDR) FDR dan Cockpit Voice Recorder (CVR) CVR termasuk rencana pelaksanaan simulasi jika diperlukan.

Pada tahap ini investigasi masih akan melakukan banyak pemeriksaan dan penelitian sehingga penyebab kecelakaan sampai saat masih belum diketahui.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KNKT: Alat untuk Ngetes Rusak, Investigasi Penyebab Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 di AS Masih Gelap

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved