Breaking News:

Jatuh Bangun Pasutri Asal Kota Serang Jalani Usaha Kerupuk, Sempat Jadi Pemulung Lalu Bangkit

Sabha bercerita, awalnya dia berjualan kerupuk putih, jengkol, dan makaroni selama 7 tahun lamanya.

Penulis: mildaniati
Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Mildaniati
Sabha, Pengusaha kerupuk asal warga RT 03/01, Kampung Sarongge, Desa Sarongge, Kecamatan Curug, Kota Serang 

Laporan wartawan TribunBanten.com Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Pasangan suami istri, Sabha dan Asikin mengalami jatuh bangun dalam merintis usaha kerupuk kulit di Kota Serang.

Mereka yang tinggal di RT 03/01, Kampung Sarongge, Desa Sarongge, Kecamatan Curug, Kota Serang itu sempat bangkrut dan harus menjai pemulung rongsokan besi untuk menyambung hidup.

Sabha bercerita, awalnya dia berjualan kerupuk putih, jengkol, dan makaroni selama 7 tahun lamanya.

Usahanya itu kandas karena banyak warung tempat ia menitip jual kerupuknya banyak yang tidak disetor.

Untuk menyambung hidup, ia dan suami terpaksa mengais sisa rongsokan besi dan menjualnya ke pengepul.

Terkadang mereka juga mengandalkan pinjaman ke tetangga untuk beli makanan pokok sehari-hari.

"Satu tahun nyari rongsokan besi kemudian dijual ke pengepul, buat makan aja susah kadang ngutang,"ungkapnya kepada TribunBanten.com.saat ditemui di rumahnya, Senin (31/5/2021).

Sisa menjual rongsokan, sebagian ia tabung untuk kembali membuka usaha kerupuk.

Baca juga: Keluhan Pengusaha Tempe di Serang Harga Kedelai Mahal Hingga Terancam Gulung Tikar

"Sedih pas masa-masa sulit itu, biasanya megang uang ini mah engga, kalo sekarangmah alhamdulillah,"ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved