Breaking News:

Korupsi Masker di Banten

20 Pejabat Dinkes Banten Mengundurkan Diri, Pengamat: Gubernur dan Kadinkes Harus Bertanggung Jawab

Ia pun menjelaskan dengan mundurnya para pejabat di lingkungan Dinkes Banten secara tidak langsung berdampak kepada pelayanan publik.

TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti usai diperiksa di Kejaksaan Tinggi Banten terkait dugaan korupsi pengadaan masker, Kamis (27/5/2021) 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Direktur Eksekutif Aliansi Independen Pemantau Publik yang juga aktivis Anti Korupsi, Uday Suhada meminta Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Kadinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti untuk bertanggung jawab atas kejadian mundurnya 20 pejabat eselon III dan IV di Dinkes Provinsi Banten.

Ia mengatakan, kedua orang tersebut yang mempunyai kuasa untuk melantik dan mengangkat para pejabat yang berada di lingkungan Dinkes tersebut.

"Di sini yang harus bertanggung jawab atas kegaduhan ini Gubernur Banten dan Kadinkes," ujarnya saat dihubungi, Selasa (1/6/2021).

Terlebih setelah anak buahnya tersandung dalam lingkaran korupsi pengadaan masker membuat spekulasi bermunculan terkait pengunduran diri yang dilakukan secara serentak.

Baca juga: Kasus Korupsi Masker, Dua Pegawai Inspektorat Diperiksa Kejati Banten, Selanjutnya Kadinkes

"Pertanyaannya siapa yang mengintimidasi? Jika benar ada intimidasi, laporkan dong ke Kejati. Sikap mundur itu bukan solusi yang baik. Kalau tidak bersalah, kenapa harus takut?," tuturnya.

Ia pun menjelaskan dengan mundurnya para pejabat di lingkungan Dinkes Banten secara tidak langsung berdampak kepada pelayanan publik.

Baca juga: Pengakuan Pegawai Dinkes Banten yang Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Masker Sebelum Ditahan

Apalagi anggaran yang sangat besar di Dinkes Banten kali ini lantaran Pandemi Covid-19 harus segera dimaksimalkan.

"Perhatikan kalimat di bawah dalam surat pernyataan itu, mengundurkan diri kok pake syarat? Ini kan kontradiktif. Karenanya saya melihatnya pernyataan itu bukan pengunduran diri, tapi ancaman," terangnya.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved