Breaking News:

Korupsi Masker di Banten

Kasus Dugaan Korupsi Masker di Dinkes Banten, 20 Pejabat Mundur, Apa Kata Ketua DPRD Andra Soni?

Pada pengadaan 15.000 masker senilai Rp 3,3 miliar itu, negara diduga dirugikan senilai Rp 1,680 miliar.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Agung Yulianto Wibowo
DPRD Banten
Ketua DPRD Banten Andra Soni 

Selama ini, pengajuan pengunduran diri yang dilakukan serentak tidak pernah ada secara resmi atau formal.

"Jadi sekali lagi kami sangat menyayangkan. Harusnya disampaikan melalui komunikasi-komunikasi dalam bentuk lain, jika ada permasalahan-permasalahan yang ada di internal," ujar Andra Soni.

Menurut dia, hal ini menjadi instropeksi dan menjadi catatan penting untuk gubernur, seluruh kepala dinas, dan catatan untuk kita semua.

"Agar ke depan kita bisa lebih baik dalam mengelola atau menata komunikasi, mengelola manajerial ke pimpinan di dinas-dinas yang ada di Provinsi Banten," katanya.

Selain itu, DPRD juga akan memanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan dinas-dinas terkait untuk mengklarifikasi persoalan ini.

Baca juga: Kejati Banten Tahan 3 Tersangka Korupsi Pengadaan Masker, Diduga Mark Up Harga 3 Kali Lipat

Klarifikasi itu agar tidak menjadi permasalahan yang berlarut dan tidak produktif.

Dua pegawai inspektorat diperiksa

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten memeriksa dua pegawai Inspektorat Provinsi Banten pada Senin (31/5/2021).

Kedua pegawai Inspektorat Provinsi Banten itu dimintai keterangan sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan 15.000 masker Covid-19 jenis KN95 pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2020, senilai Rp 3,3 miliar.

"Hari ini Inspektorat saja, terkait tentang hasil temuan mereka," ujar Kasi Penerangan dan Hukum Kejati Banten Ivan Hebron Siahaan di ruang kerjanya di Kejati Banten, Kota Serang, Senin (31/5/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved