Breaking News:

Kisah Micco, Lulusan Australia Jadi Pebisnis Ikan Nila dan Raup Omzet Rp 250 Juta Sekali Panen

Pria yang karib disapa Micco menjalani budidaya nila merah dengan sejak Februari 2020 di atas lahan seluas 1,5 hektare.

Penulis: Amanda Putri Kirana
Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana
Miccola Emirio Zein, pengusaha ikan nila merah asal Banten yang menerapkan metode bioflok 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN PANDEGLANG – Ikan nila menjadi komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat saat ini.

Satu di antaranya Miccola Emirio Zein, pemuda asal Banten ini membangun budidaya ikan nila merah dengan sistem  bioflok.

Pria yang karib disapa Micco menjalani budidaya nila merah dengan sejak Februari 2020 di atas lahan seluas 1,5 hektare.

Lokasi budidaya berada di Jalan AMD Lintas Timur Cikole, Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pria 24 tahun ini memilih budidaya ikan nila bioflok karena perawatannya yang praktis, punya nilai jual tinggi, serta risiko kematian ikan kecil.

Baca juga: Pemuda di Pandeglang Ini Lakukan Budidaya Ikan Cupang di Tengah Pandemi, Omsetnya Jutaan Rupiah

Sistem bioflok sendiri memang dapat meningkatkan kelangsungan hidup hingga lebih 90 persen tanpa pergantian air.

Selain itu, nila hasil bioflok memiliki komposisi daging (karkas) lebih gemuk dan kandungan airnya lebih sedikit.

Kepada TribunBanten.com Micco menjelaskan, bioflok merupakan teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme.

“Bioflok secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Tetap Pariwisata Kadin Provinsi Banten ini, di lokasi budidaya ikan nila miliknya, Senin (31/5/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved