Breaking News:

Dicopot dari Jabatan, BKD Banten: 20 Eks Pejabat Dinkes Tetap Bekerja Sebagai ASN, Ini Alasannya

Sebanyak 20 pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Banten, yang mengundurkan diri sudah diberhentikan dari jabatannya.

istimewa/Dinkes Provinsi Banten
Pejabat di Dinas Kesehatan Provinsi Banten kompak melayangkan surat pengunduran diri, diduga terkait adanya kasus korupsi pengadaan masker 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Sebanyak 20 pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Banten, yang mengundurkan diri sudah diberhentikan dari jabatannya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin mengungkapkan alasan 20 pejabat itu diberhentikan.

Menurut dia, faktor utama yang membuat pejabat itu diberhentikan karena telah melayangkan surat pengunduran diri.

"Alasannya karena mereka mengundurkan diri, sementara pelayanan harus berjalan, jadi harus kita ganti," ujarnya, saat ditemui di Rumah Dinas Gubernur Banten di Jalan Ahmad Yani No.158, Kota Serang, Senin (7/6/2021).

Dia menjelaskan, upaya pengajuan pengunduran diri, itu bukan  suatu pelanggaran bagi ASN.

Bagi ASN, kata dia, jika ingin mundur dari jabatan itu bukan suatu pelanggaran akan tetapi itu merupakan hak.

Hak di mana semua orang diperbolehkan, mengajukan pengunduran diri karena sudah ada aturannya.

Gubernur Wahidin Halim memutuskan pemberhentian itu dikarenakan atas dasar ASN tersebut mengajukan pengunduran diri.

Setelah diberhentikan, mereka akan tetap bekerja sebagai ASN. Hanya saja, mereka
bertugas di bidang pekerjaan yang baru.

"Karena sudah diberhentikan jadi hak dan kewajiban hanya sebagai pelaksana," ujarnya.

Mereka juga tidak mendapat tunjangan. Sehingga, segala sesuatu yang pernah didapatkan oleh para pejabat itu akan hilang.

"Yang pasti tunjangannya, tunjangan jabatan, tunjangan kerja akan hilang. Termasuk fasilitas lain, seperti rumah dinas, uang perkantoran dan yang lainnya," ucapnya.

Dia menjelaskan sebanyak 20 pejabat itu bisa diangkat kembali sebagai pejabat jika memang ada lowongan atau perekrutan pejabat.

"Cuma kita tidak tahu kapan ada lowongan, karena sudah diisi sama pejabat yang baru," tambahnya.

Penulis: Ahmad Tajudin
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved