Breaking News:

Fakta Mengerikan Dibalik Kasus Artis TikTok Siksa Gadis di India, Ada 500 Wanita Bernasib Sama

Setidaknya, ada ratusan wanita yang menjadi korban perdagangan manusia jaringan Internasional antara India-Bangladesh.

Capture YouTube Omith Hasan
Viral video seorang wanita India disiksa dan dirudapaksa oleh artis TikTok 

TRIBUNBANTEN.COM - Terungkapnya kasus viral video penyiksaan seorang wanita di Bangladesh yang dilakukan artis TikTok bernama Ridoy Babo ternyata membuka fakta-fakta baru yang cukup miris.

Ridoy Babo dan teman-temannya yang ada di video penyiksaan itu masuk dalam jaringan perdagangan manusia.

Setidaknya, ada ratusan wanita yang menjadi korban perdagangan manusia jaringan Internasional antara India-Bangladesh.

Dikutip dari The Daily Star, para pelaku yang beberapa datang dari Bangladesh itu telah memperdagangkan 500 perempuan dan gadis muda ke India selama lima tahun terakhir.

Mereka dipaksa untuk menjadi pekerja seks di sana.

Perdagangan manusia ini melibatkan 50 orang dari kedua negara, dan yang manjadi otaknya adalah Ashraful Islam Rafi alias Bos Rafi (30), dari Jhenidah.

Dia bertemu Rifadul Islam Ridoy alias Ridoy babo (26) dua tahun lalu, dan mereka menjaring korbannya melalui TikTok.

Dalam kurun waktu 2 tahun, Ridoy Babo telah menjaring 50 wanita dari TikTok, dengan iming-iming menjadi model atau pekerjaan dengan gaji tinggi.

Baca juga: Terkuak pengakuan Korban yang Dianiaya Artis TikTok di India, Disiksa Saat Menolak Dijadikan PSK

Menurut pihak kepolisian setempat, setelah video klip penyiksaan seorang gadis itu viral, Ridoy Babo bersama 5 teman-temannya ditangkap di Bengaluru pada 27 Mei 2021.

Menyusul setelah itu, polisi kembali menangkap 3 pelaku lainnya yakni Ismail Sarder (38), Abdur Rahman Sheikh alias Arman Sheikh (26) serta seorang wanita bernama Sahida Begum alias Madam Sahida (460.

Halaman
1234
Penulis: Yudhi Maulana A
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved