Breaking News:

Korupsi Masker di Banten

Update Kasus Korupsi Masker, Kejati Banten Mulai Telusuri Aliran Dana Termasuk Aset Tersangka

Diketahui, kasus korupsi pengadaan masker di Dinas Kesehatan Provinsi Banten senilai 3,3, miliar merugikan negara sebesar Rp 1,680 miliar.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
2 Tersangka korupsi pengadaan masker ditahan di Kejaksaan Tinggi Banten, Kamis (27/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kejaksaan Tinggi Banten masih terus mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan masker KN-95 Dinas Kesehatan Provinsi Banten, guna mengumpulkan alat bukti tindak pidana lainnya.

Diketahui, kasus korupsi pengadaan masker di Dinas Kesehatan Provinsi Banten senilai 3,3, miliar merugikan negara sebesar Rp 1,680 miliar.

Fokus kerja Kejati Banten saat ini di antaranya menelusuri aliran dana yang bersumber dari korupsi pengadaan masker tersebut, termasuk dalam bentuk aset. 

"Ketika kita telusuri kemungkinan ada aset-aset yang bisa kami selamatkan, terkait dengan dugaan perkara tindak pidana korupsi pengadaan masker," ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten Asep Mulyana saat berada di kantor Kejati Banten, Kota Serang, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Gabungan Mahasiswa Serang Banten Gelar Aksi di Kejati Terkait Kasus Korupsi Masker di Dinkes

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Masker di Banten, Menkes: Nggak Usah Begitu, Nanti Dosa

Kemudian kata dia, hingga saat ini masih ada beberapa saksi yang diundang untuk dilakukan pemeriksaan.

"Kita juga ingin mengetahui secara persis, bagaimana aliran daripada dana itu mulai dari pencairan dan proses penganggarannya seperti apa," kata dia.

Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten Asep Mulyana saat berada di kantor Kejati Banten, Kota Serang, Selasa (8/6/2021).
Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten Asep Mulyana saat berada di kantor Kejati Banten, Kota Serang, Selasa (8/6/2021). (Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin)

Menanggapi terkait apakah akan adanya tersangka baru atau tidak, dalam hal ini Kepala Kejaksaan Tinggi menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berandai-andai.

"Sekali lagi saya tidak mau berandai-andai, kami tentu pegangannya adalah alat bukti. Sepanjang alat bukti itu memenuhi, maka kita akan memproses dan melimpahkannya ke pengadilan," terangnya.

Pejabat PPK Dinkes Banten dan 2 Swasta Ditahan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved