Breaking News:

Bikin Video TikTok Vulgar, Siswi MA di Sampang Tak Lulus Sekolah, Kemenag Ungkap Fakta Sebenarnya

Sebanyak tiga siswi Madrasah Aliyah (MA) di Sampang, Maruda tidak lulus sekolah.

Editor: Glery Lazuardi
Freepik
ilustrasi TikTok. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak tiga siswi Madrasah Aliyah (MA) di Sampang, Maruda tidak lulus sekolah.

Alasan mereka tidak lulus sekolah karena tampil vulgar saat bermain aplikasi TikTok.

TikTok merupakan aplikasi berjaringan sosial dan platform video musik asal China.

Keputusan pihak sekolah di Desa Tebanah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang itu, merupakan sanksi karena mereka tampil terlalu vulgar di TikTok.

Baca juga: Fakta Mengerikan Dibalik Kasus Artis TikTok Siksa Gadis di India, Ada 500 Wanita Bernasib Sama

Baca juga: Beredar Kabar Gadis yang Disiksa dan Dirudapaksa Artis TikTok Bunuh Diri, Ini Fakta Sebenarnya

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama Sampang, Mawardi mengatakan, informasi itu memang menyebar di wilayah kerjanya.

Sehingga pihaknya berkoordinasi dan berkunjung ke MA yang berlokasi di wilayah Pantura tersebut.

"Dan memang ada tiga siswi yang tidak diluluskan dan pihak sekolah sudah berkoordinasi," ujarnya.

Namun Mawardi menegaskan sanksi tegas yang diberikan kepada tiga siswi itu bukan karena bermain Tiktok.

Setelah ditelusuri, sebelumnya ketiga siswi itu memang sering melanggar aturan sekolah.

Dan penampilan mereka di TikTok diduga hanya menjadi pemicu saja.

"Bahkan setelah bertemu, pihak sekolah menunjukkan daftar pelanggaran siswa dan memang banyak kesalahannya," terang Mawardi.

Baca juga: Terkuak pengakuan Korban yang Dianiaya Artis TikTok di India, Disiksa Saat Menolak Dijadikan PSK

Baca juga: Fakta Ngeri Artis TikTok yang Siksa Gadis, Jebak Korban Lalu Dipaksa Jadi PSK Jaringan Internasional

Menurutnya, keputusan dari sekolah itu sudah benar mengingat fungsinya adalah teguran agar ke depannya para anak didik bisa lebih baik lagi.

Dan agar perbuatannya yaitu melanggar aturan sekolah, tidak menjadi contoh buruk bagi siswa lain.

"Karena itu kebijakan sekolah dan memang punya arah, jadi kami persilakan. Tetapi seandainya dikeluarkan lalu para siswi itu tidak terima, maka sekolah bisa dianggap hanya menunda kelulusan saja. Jadi harapan ke depan, perbuatan mereka bisa diperbaiki dan lulus tahun depan," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Bermain TikTok, Tiga Siswi SMA di Sampang Tidak Diluluskan; Kemenag Sebutkan Alasan Lain

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved