Warga Lebak Diminta Isi Poling Calon Sekda di Medsos, Ini Kata Pengamat
Beredar di media sosial poling calon Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Banten.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Beredar di media sosial poling calon Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Banten.
Pengamat Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Setia Budhi Haris, menilai poling itu tidak
mempresentasikan keseluruhan masyarakat Kabupaten Lebak.
"Saya melihat ini survei yang dilakukan terkesan bercanda, karena tidak dicantumkan disitu sampling data dan margine erornya berapa dan yang lainnya," katanya saat dihubungi, Selasa (8/6/2021).
Untuk pengisian posisi sekretaris daerah, kata dia, seharusnya dilakukan open biding.
Dia menegaskan, tidak dapat pengisian posisi sekretaris daerah dilakukan dengan cara poling.
Baca juga: Heboh, Warga Lebak Diminta Isi Poling Calon Sekda di Medsos
Apabila penentuan sekretaris daerah melalui poling, kata dia, akan terjadi
polarisasi karakter dan keberpihakan masyarakat kepada calon sekda yang akan datang.
Untuk itu, dia meminta, jangan ada penggiringan opini publik untuk kepentingan para calon pemimpin di internal Pemerintah Kabupaten Lebak.
"Jangan menggiring kepentingan politik ke masyarakat awam yang nantinya akan membuat kesimpulan akhir dan itu sangatlah tidak tepat," ujarnya.
Dia menjelaskan,
sekretaris daerah merupakan posisi strategis yang berperan menjalin komunikasi antara
eksekutif dan legislatif untuk menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun mendatang.
"Sekda itu merupakan pemimpinnya ASN baik itu di kabupaten atau provinsi. Itu jabatan strategis, artinya hak prerogatif ada di bupati dan wakil bupati," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/grafis-hasil-poling-calon-sekda-kabupaten-lebak.jpg)