Breaking News:

Ketua KONI Tangsel Tertunduk dan Diam Membisu Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Sejumlah kegiatan dalam LPJ tersebut menggunakan dana hibah KONI Tangerang Selatan Tahun 2019 senilai Rp 7,8 miliar.

Editor: Abdul Qodir
Warta Kota/Rizki Amana
Ketua KONI Kota Tangsel, Rita Juwita saat mengenakan rompi tahanan Kejari Kota Tangsel terkait kasus tindak pidana korupsi dana hibah. 

SERPONG - Satu per satu pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangerang Selatan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan terkait kasus korupsi dana hibah KONI Kota Tangerang Selatan Tahun 2019 senilai Rp 7,8 miliar.

Setelah bendaharanya, giliran Ketua KONI Tangsel, Rita Juwita, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Rita hanya tertunduk diam seribu bahasa saat digiring ke mobil tahanan di lobi Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan (Tangsel), Jalan Raya Promoter, Serpong, Kamis (10/6/2021).

Rita mengenakan rompi ping bertuliskan "Tahanan Tindak Pidana Korupsi Kejari Tangsel".

Berjalan sambil dikawal aparat kejaksaan, Rita tak mengucapkan sepatahkatapun.

Baca juga: Kejaksaan Tetapkan Tersangka Ketua KONI Kota Tangsel, Diduga Korupsi Dana Hibah Rp 1,1 Miliar

Kendati, awak media yang sudah menunggu sudah menyapa sekaligus meminta tanggapan atas penahanannya.

Rita yang mengenakan masker bungkam sampai akhirnya duduk di mobil Toyota Innova dan dibawa ke Lapas Perempuan Tangerang. 

"Pada tersangka RJ ini kita lakukan penahanan hari ini selama  20 hari tahanan tingkat penyidikan, mulai hari ini sampai 20 hari ke depan. Ditahan di Lapas Wanita Tangerang," ujar Kepala Kejari Tangsel, Aliansyah.

Mantan Kepala SMPN 4 Tangsel itu ditetapkan tersangka kasus korupsi dana hibah KONI tahun 2019 atas pengembangan dari penangkapan tersangka sebelumnya pada Jumat (4/6/2021), yakni Suharyo, yang merupakan Bendahara KONI.

Bendahara KONI Tangsel Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah, Kajari: Masih Dalam Pengembangan

"Ini adalah hasil pengembangan dari tersangka Suharyo. Jadi modusnya sama yakni memanipulasi terhadap laporan pertanggungjawaban dana hibah KONI Tangerang Selatan tahun 2019 yang mengakibatkan kerugian negara Rp 1,1 miliar lebih berdasarkan penghitungan kerugian negara oleh Inspekorat Kota Tangerang Selatan," ujar Aliansyah. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved