Breaking News:

Dampak Pandemi Covid-19, 20,7 Persen Perusahaan di Banten Kurangi Karyawan

Pemprov Banten meminta dukungan dari Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dalam upaya pemulihan ekonomi

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Asda I Pemprov Banten Septo Kalnadi 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meminta dukungan dari Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dalam upaya pemulihan ekonomi yang disebabkan dampak pandemi Covid-19 di Provinsi Banten.

Terutama dukungan melalui regulasi maupun anggaran untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan penguatan ketahanan UKM dan korporasi.

Hal itu dikatakan Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sambutan yang disampaikan Asda I Pemprov Banten Septo Kalnadi pada acara Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI dengan agenda Optimalisasi Diplomasi Parlemen DPR RI untuk Pemulihan Ekonomi Provinsi Banten Pasca Pandemi Covid-19, Jum’at, 11 Juni 2021 di Pendopo Gubernur KP3B Palima Kota Serang.

Baca juga: Sebanyak 224.758 Siswa Lulusan SMP se-Provinsi Banten Perebutkan 73.000 Kursi SMA/SMK Negeri

Baca juga: Daftar Lengkap Formasi CPNS & PPPK 2021, Provinsi Banten Buka 896 Formasi PPPK, 30 Formasi CPNS

Disampaikan Septo, kondisi pembatasan yang diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 sangat mempengaruhi dan melemahkan sisi demand dan supply perekonomian suatu wilayah.

Pelemahan sisi demand terutama berupa turunnya daya beli masyarakat yang berdampak pada menurunnya permintaan atau konsumsi rumah tangga.

Sementara sisi supply, turunnya konsumsi rumah tangga direspon berbagai perusahaan atau unit usaha yang ada dengan cara menurunkan jumlah produksinya.

"Data BPS Provinsi Banten menunjukan bahwasanya sebanyak 20,7 persen perusahaan di Banten memilih untuk mengurangi jumlah pekerja dimana tiga (3) lapangan usaha tertinggi yang mengurangi jumlah pekerja adalah penyediaan akomodasi, konstruksi dan pengadaan listrik dan gas. Sedangkan 69,3 persen perusahaan memilih untuk tidak mengurangi/ menambah jumlah pekerja serta hanya 10 persen perusahaan di Banten memilih untuk menambah jumlah pekerja,"jelas Septo, dalam keterangannya, Jumat (11/6/2021).

Di samping itu, lanjutnya, data BPS Provinsi Banten menunjukkan aktivitas ekonomi dari
masyarakat golongan menengah ke bawah, yakni dalam bentuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mengalami peningkatan.

Adapun peningkatan aktivitas UKM tersebut ditandai dengan meningkatnya persentase penduduk yang berusaha sendiri dan berusaha dengan dibantu pekerja keluarga.

"Untuk itu, Pemerintah Provinsi Banten berharap BKSAP DPR RI dapat membantu Pemerintah Provinsi Banten dalam program pemulihan ekonomi daerah baik melalui berbagai kebijakan mendorong konsumsi dan daya beli masyarakat serta menggerakkan dunia usaha melalui pemberian insentif/stimulus kepada UKM dan korporasi,"paparnya

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved