Breaking News:

News

Kementerian Agama Mengklaim Penundaan Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Amanat UUD 1945

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengklaim kalau penundaan ibadah haji di tahun 2021 berdasarkan undang-undang dasar (UUD) 1945.

Editor: Zuhirna Wulan Dilla
Kementerian Media Saudi/AFP
Sebuah gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 31 Juli 2020 menunjukkan para jamaah yang berkeliling di sekitar Ka'bah, tempat suci paling suci di Masjidil Haram di kota suci Saudi, Mekah. Jemaah haji Muslim berkumpul hari ini di Gunung Arafat Arab Saudi untuk klimaks haji tahun ini, yang terkecil di zaman modern dan kontras dengan kerumunan besar tahun-tahun sebelumnya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengklaim kalau penundaan ibadah haji di tahun 2021 berdasarkan undang-undang dasar (UUD) 1945.

Di mana hal tersebut berkaitan dengan perlindungan masyarakat.

Melansir Tribunnews, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi mengatakan, UUD tersebut diturunkan ke dalam Undang-undang Haji Nomor 8 Tahun 2019.

Dalam UU Haji, ia menyebutkan tujuan penyelenggaraan haji ada tiga, yakni terkait pembinaan, pelayanan dan perlindungan warga negara Indonesia (WNI).

Baca juga: Ibadah Haji 2021 Batal, MUI Akan Segera Keluarkan Tausiyah untuk Beri Pemahaman Umat

"Keputusan ini keputusan yang tidak mengenakkan. Dasarnya konstitusi kita UUD 45 yang mengatakan bahwa negara wajib melindungi warga negaranya baik terhadap jiwa dan harta bendanya yang ada di dalam negeri atau luar negeri," kata Khoirizi di webinar PPI, Jumat (11/6).

Bicara perlindungan, menurutnya penyelenggaraan haji di tahun ini di luar kendali pemerintah, mengingat dunia masih dilanda pandemi Covid-19.

Baca juga: Pemberangkatan Jemaah Haji Batal, Kemenag Banten: Tunggu Belasan Tahun, Manusiawi Banyak yang Kecewa

Khoirizi mengatakan, sejumlah persiapan pun telah dilakukan pihaknya di Kemenag jelang penyelenggaraan haji, walaupun belum ada kepastian pengumuman dari pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Calon Jemaah Indonesia Batal Berangkat, Bagaimana Nasib Antrean Haji? Ini Penjelasan Pemerintah

Misalnya terkait pembinaan, pihaknya telah menyelenggarakan manasik dan telah membagikan buku manasik.

Pelayanan pun telah diupayakan dengan menyiapkan asrama haji, hingga dokumen calon haji, kesemuanya sesuai anjuran komisi VIII DPR RI.

Baca juga: Ramalan Shio Hari Ini Sabtu 12 Juni 2021 Shio Macan Jangan Khawatir Berlebihan, Bagaimana Shio Anda?

"Yang telah melunasi tidak kurang dari 160 ribu. Segala sesuatu lain, insya Allah sudah kita lakukan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved