Diundang Podcast, Prabowo Ajak Putra Deddy Corbuzier Gabung Militer

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto untuk pertama kalinya menjadi narasumber dalam program podcast Deddy Corbuzier.

Tayang:
Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
Instagram @azkacorbuzier
Putra Deddy Corbuzier, Azka Corbuzier baru pertama kali bertemu dengan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto 

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto untuk pertama kalinya menjadi narasumber dalam program podcast Deddy Corbuzier.

Dalam kesempatan itu, rupanya Prabowo Subianto juga bertemu dengan putra Deddy Corbuzier, Azka Corbuzier.

Pertemuan mereka diabadikan lalu fotonya diunggah ke akun Instagram pribadi Azka.

Azka menyebut, pertemuannya dengan Prabowo tersebut merupakan yang pertama kalinya.

Selain itu, Azka juga mengaku diajak Prabowo untuk gabung ke dalam institusi militer.

Hal itu mungkin dilontarkan Prabowo karena melihat postur tubuh Azka yang tegap dan kekar layaknya personil militer.

"First time I met the General @prabowo !!! And he asked me to join the military!!!!" tulis Azka dalam caption postingannya itu.

Hal itu memancing reaksi netizen untuk berkomentar.

“Azka memang Cocok masuk militer,” tulis netizen.

"Azka saya setuju kamu masuk akademi militer,” timpal netizen lainnya.

Postingan Azka tersebut juga diunggah di Insta Story akun Instagram Prabowo Subianto.

Diundang Podcast oleh Deddy Corbuzier

Dikutip dari Tribunnews.com, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjawab pertanyaan mengapa dirinya lebih banyak diam atau jarang bicara di media.

Prabowo menjawab pertanyaan itu kala menjadi bintang tamu dalam Close the Door Podcast bersama Deddy Corbuzier.

Alasan Prabowo tak lain karena jabatan yang ia emban saat ini sebagai Menhan.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Rabu (2/6/2021).
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Rabu (2/6/2021). (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Baca juga: Politisi PDIP: Tantangan Pak Prabowo Cari Cawapres yang Bisa Dongkrak Elektabilitasnya 

Prabowo menyebut suatu negara pasti ada yang tidak disukai dari negara lain.

"Ini adalah sifat manusia bahwa manusia itu selalu akan merebut sumber daya, merebut kekayaan untuk survive untuk hidup."

"Nah bangsa-bangsa, suku-suku, kelompok-kelompok, dan akhirnya bangsa-bangsa itu pasti mau merebut."

"Di situlah masalah pertahanan ini, masalah yang sangat sensitif, saya sebetulnya enggan bicara," jelas Prabowo.

Namun di sisi lain, lanjut Prabowo, hidup di alam demokrasi membuat Prabowo menjadi dilema.

"Rakyat ingin tahu kondisinya, ingin tahu masa depannya, ingin tahu keselamatannya, rakyat punya hak untuk tahu."

"Nah ini dilema, di satu pihak kita harus rahasia, di lain pihak rakyat ingin tahu, nah ini rawan," ungkapnya.

Baca juga: Pengamat: Kontrak Pengadaan Alutsista Prabowo Baru Tahap Awal

Kerawanan tersebut, jelas Prabowo, dikarenakan ada kelompok yang kadang-kadang punya ambisi pribadi.

"Ada kelompok yang kadang-kadang dia tega untuk mengorbankan kepentingan bangsa, kepentingan rakyat, tega bahkan ada sebagian oknum yang mau menjual bangsanya kepada bangsa asing, ini sejarah kita lho."

"Jadi kita kadang-kadang dilema," ungkap Prabowo.

Desclaimer: Tribunnews telah diberikan izin oleh pihak manajemen Deddy Corbuzier untuk mengutip pernyataan Prabowo Subianto dalam podcast tersebut.

(TribunBanten.com/Tribunnews.com/Yudhi Maulana/Gilang Putranto)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prabowo Ungkap Mengapa Dirinya Jarang Bicara di Media saat Jabat Menhan

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved