Breaking News:

Suami Istri Jalan Kaki Hingga Bersepeda Demi Ziarah Makam Wali di Indonesia, Kandungan Gugur

Bayi yang berada di kandungannya mengalami keguguran karena sering melintasi wilayah pegunungan.

Penulis: mildaniati | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Mildaniati
Pasangan suami istri, Condro (41)-Dewi Resmiati (41), melakukan perjalanan religi dengan berjalan kaki hingga menaiki sepeda untuk berziarah dari Pemalang Jawa Tengah ke makam para wali se-Nusantara sejak 2016. Pada Senin (14/6/2021) pukul 09.30 WIB, pasutri itu melintasi Jalan Raya Pandeglang menuju makam Syeikh Shohib Kadupinang, Kabupaten Pandeglang, Banten. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Pasangan suami istri, Condro (41)-Dewi Resmiati (41), melakukan perjalanan religi dengan berjalan kaki hingga menaiki sepeda untuk berziarah dari Pemalang Jawa Tengah ke makam para wali dan syeikh se-Nusantara sejak 2016.

Pasutri tersebut hanya bermodal Rp100 ribu saat berangkat dari rumahnya di Kampung Pegiringan, Desa Pegiringan, Kecamatan Bantar Bolang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Desember 2016.

Pada Senin (14/6/2021) pukul 09:30 WIB, pasutri itu melintasi Jalan Raya Pandeglang menuju makam Syeikh Shohib Kadupinang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Suami itu tampak menggowes sepeda masing-masing saat melintasi daerah Cipacung Pandeglang.

Condro mengayuh sepeda ontel dilengkapi gerobak kecil dari kayu di belakangnya.

Baca juga: Wisata Religi di Kabupaten Serang: Masjid Jami Aria Bajo, Pusat Penyebaran Agama Islam Sejak Abad 18

Baca juga: Wisata Religi di Cilegon: Al-Quran Raksasa Karya Ulama Ahmad Basharudin, Masih Terawat di Usia 30an

Kanan dan kiri sepedanya terisi perbekalan seperti makanan, kasur kecil dan bantal serta terpasang bendera Merah Putih. Sedangkan bagian depan sepeda tergantung alat masak dan lainnya. Sepedanya berwarna coklat dan hitam dilengkapi bendera.

Sedangkan, Dewi menggunakan sepeda lebih kecil dari suaminya.

Namun, sisi kiri dan kanan sepedanya juga penuh perbekalan dan satu dus mie instan di belakang jok.

Dia mengenakan kerudung hitam dilengkapi topi serta berkalungkan tasbih yang dibuatnya sendiri dari biji buah jinitri.

Dewi menceritakan, dia dan suami memulai perjalanan religinya untuk ziarah ke makam para wali dan syeikh se-Nusantara sejak Desember 2016 setelah anaknya berusia 3 bulan meninggal.

Baca juga: Kisah Eva Pendaki yang Hilang di Gunung Abbo, Tersadar di Gua Hingga Ditolong Dokter Misterius

Ia dan suami mulanya berjalan kaki dari rumah saat memulai perjalana religi ini. 

Banyak rintangan hingga musibah terjadi dalam perjalanan jarak jauh bersama suami tanpa kendaraan bermotor ini.

Bayi yang berada di kandungannya mengalami keguguran karena sering melintasi wilayah pegunungan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved