Breaking News:

Sewa Villa untuk Berlibur di Anyer, Ternyata Pemuda Ini Produksi Ganja Sintesis

S (29), pelaku home industri tembakau sintesis atau tembakau Gorila diamankan aparat kepolisian.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
S (29), pelaku home industri tembakau sintesis atau tembakau Gorila diamankan aparat kepolisian. 

TRIBUNBANTEN.COM - S (29), pelaku home industri tembakau sintesis atau tembakau Gorila diamankan aparat kepolisian.

S diamankan di dalam Villa Ubud Anyer, pada Senin (7/6/2021) sekitar pukul 01.00 WIB.

"(Pelaku diamankan,-red) ketika sedang memproses produksi narkotika jenis tembakau gorila," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Banten Kombes Lutfi Martadian saat melakukan press conference di Mapolda Banten, Senin, (14/6/2021).

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Bertambah, Polda Banten Ajak Warga Yuk ngopi wae, Apa Itu?

Baca juga: Dilaporkan Sejumlah Pimpinan Ponpes ke Polda Banten, Ini Kata Direktur Eksekutif Alipp Uday Suhada

Upaya pengungkapan kasus itu berawal dari informasi dari masyarakat.

Akhirnya, aparat kepolisian melakukan upaya penangkapan. Berdasarkan keterangan pelaku terungkap cara pembuatan tembakau sintetis.

Ternyata, pelaku mengetahui cara pembuatan tembakau sintetis atau tembakau gorila tersebut melalui media sosial.

"Dan dalam penjualannya tersangka ini menggunakan media sosial agar tidak mudah diketahui oleh petugas," kata dia.

Menurut dia, tersangka di setiap membuat tembakau gorila, selalu menyewa villa atau hotel dengan maksud agar tidak mudah ketahuan oleh petugas.

"Dan tidak dicurigai masyarakat sekitar dengan alasan berlibur," ujarnya.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 1 orang tersangka yang berinisial S (29) merupakan warga Kota Serang.

Baca juga: Tak Terima Dianggap Fiktif, Sejumlah Pimpinan Ponpes di Serang Datangi Polda Banten

Baca juga: Kabid Humas Polda Banten Terima Penghargaan Kategori Publikasi dan Amplifikasi Berita Terbaik Ke-3

Adapun barang bukti yang diamankan Ditresnarkoba Polda Banten ialah 1 bungkus plastik klip bening berisi gumpalan warna kuning diduga narkotika gol 1 jenis sintesis dengan berat Broto 5,0 gram, bahan/daun tembakau yang sudah disemprotkan alkohol dan thiner dengan berat bruto 300 gram, 1 buah plastik berisi bahan/daun tembakau dengan berat bruto 47,5 gram, 1 buah botol berisikan alkohol 96 %, 1 buah kaleng berisikan cairan thiner, 1 buah terpal warna biru, 1 buah alat semprotan air, 1 buah gelas ukur, 1 unit kompor listrik warna merah dan 1 unit handphone Xiaomi redmi 8 warna hitam.

Berdasarkan pengungkapan kasus tersebut, Polisi berhasil menyelamatkan ribuan generasi muda Indonesia.

"Dari hasil pengungkapan kasus ini, kita berhasil menyelamatkan 3.000 generasi muda penerus bangsa Indonesia. Karena 1 gram tembakau gorila ini bisa digunakan untuk 10 orang, dan saat ini kita berhasil mengamankan sebanyak 300 gram tembakau gorila," ucap Lutfi Martadian.

Baca juga: Mau Lapor Tindak Pidana ke Polisi? Polda Banten Minta Masyarakat Manfaatkan Call Center Polri 110

Baca juga: Polda Banten Pertahankan Pos Pam Lebaran di 24 Titik dari Gerbang Tol Merak hingga Cikupa

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan tersangka pembuat tembakau gorila tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Juncto Permenkes Nomor 4 tahun 2021 Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved