Breaking News:

Sewa Villa untuk Berlibur di Anyer, Ternyata Pemuda Ini Produksi Ganja Sintesis

S (29), pelaku home industri tembakau sintesis atau tembakau Gorila diamankan aparat kepolisian.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
S (29), pelaku home industri tembakau sintesis atau tembakau Gorila diamankan aparat kepolisian. 

Adapun barang bukti yang diamankan Ditresnarkoba Polda Banten ialah 1 bungkus plastik klip bening berisi gumpalan warna kuning diduga narkotika gol 1 jenis sintesis dengan berat Broto 5,0 gram, bahan/daun tembakau yang sudah disemprotkan alkohol dan thiner dengan berat bruto 300 gram, 1 buah plastik berisi bahan/daun tembakau dengan berat bruto 47,5 gram, 1 buah botol berisikan alkohol 96 %, 1 buah kaleng berisikan cairan thiner, 1 buah terpal warna biru, 1 buah alat semprotan air, 1 buah gelas ukur, 1 unit kompor listrik warna merah dan 1 unit handphone Xiaomi redmi 8 warna hitam.

Berdasarkan pengungkapan kasus tersebut, Polisi berhasil menyelamatkan ribuan generasi muda Indonesia.

"Dari hasil pengungkapan kasus ini, kita berhasil menyelamatkan 3.000 generasi muda penerus bangsa Indonesia. Karena 1 gram tembakau gorila ini bisa digunakan untuk 10 orang, dan saat ini kita berhasil mengamankan sebanyak 300 gram tembakau gorila," ucap Lutfi Martadian.

Baca juga: Mau Lapor Tindak Pidana ke Polisi? Polda Banten Minta Masyarakat Manfaatkan Call Center Polri 110

Baca juga: Polda Banten Pertahankan Pos Pam Lebaran di 24 Titik dari Gerbang Tol Merak hingga Cikupa

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan tersangka pembuat tembakau gorila tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Juncto Permenkes Nomor 4 tahun 2021 Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

"Atas perbuatannya, tersangka S ini dikenakan pasal 114 ayat 1 dan pasal 113 ayat 1 dan atau pasal 112 ayat 1 atau pasal 111 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika JO Permenkes No 4 tahun 2021 Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000 dan paling banyak Rp. 10.000.000.000," ujar Edy Sumardi.

Dia mengucapkan terimakasih serta mengapresiasi atas kinerja Ditresnarkoba Polda Banten yang telah berhasil mengungkap kasus ini.

"Sehingga dapat menyelamatkan generasi penerus bangsa," ujarnya.

Terakhir, Edy Sumardi menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menjauhi narkoba.

Untuk itu, dia mengimbau seluruh orang tua, agar selalu mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

"Karena narkoba ini merupakan musuh negara," tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved