Breaking News:

Polemik Gelar Profesor Kehormatan Megawati, Pemberian Penghargaan atau Prestasi Akademik?

Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mendapatkan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Universitas Pertahanan.

Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Megawati Soekarnoputri dikukuhkan sebagai Profesor Guru Besar Tidak Tetap Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik Universitas Pertahanan Republik Indonesia. 

TRIBUNBANTEN.COM - Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mendapatkan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Universitas Pertahanan.

Setelah mengikuti pengukuhan, Megawati bakal menyandang gelar Prof.Dr.(H.C) di depan namanya.

Upaya pemberian gelar Profesor Kehormatan itu mendapatkan pertentangan dari sejumlah elemen masyarakat.

Bahkan, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nizam mengatakan tidak ada gelar Profesor Kehormatan di perguruan tinggi.

Sementara itu, Asisten Staf Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Firman Wijaya, mengatakan upaya pemberian gelar itu hanya sebagai bentuk penghargaan.

Menurut dia, pemberian gelar profesor semestinya tidak sebatas mereka yang mengeyam pendidikan tinggi perguruan tinggi.

"Tapi sesuai esensi profesor adalah para wisdom atau orang bijak yang mampu mengayomi masyarakat, dan menyumbangkan gagasan pemikiran dan solusi problem kebangsaan di semua sektor kehidupan, budaya, sosial ekonomi, regulasi dan hukum," papar Firman, Ketua Mahkamah Partai Emas itu.

Baca juga: 77 Guru Besar Minta Presiden Jokowi Batalkan Agenda Pelantikan Pegawai KPK Jadi ASN

Baca juga: Rektor Untirta Meneteskan Air Mata saat Bacakan Puisi di Pengukuhannya sebagai Guru Besar

Sebagai bangsa yang besar, kata dia, adalah bangsa yang menghargai peradaban pemikiran karya anak bangsa sendiri.

Dia mengucapkan selamat kepada Megawati. atas gelar profesor kehormatan yang disandang itu.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Emas Hasnaeni merasa senang dengan diterimanya gelar profesor kehormatan (guru besar tidak tetap) oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved