Breaking News:

Cerita Pedagang di Pondok Aren Tangsel Dipalak Preman Setiap Bulan, Antara Rp 15.000-Rp 20.000

Menurut pria berusia 43 tahun ini, sejumlah preman itu meminta uang secara berkala kepada para pedagang.

Editor: Agung Yulianto Wibowo
dokumentasi Polres Cilegon
ilustrasi. Tiga orang ditangkap saat anggota Polsek Purwakarta, Kota Cilegon, menggelar razia, Sabtu (12/6/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Sejumlah pedagang di Jalan Ceger Raya, Pondok Karya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kerap dipalak beberapa preman.

PU, pedagang kios di sisi Jalan Ceger Raya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), membenarkan adanya pemalakan itu.

Menurut pria berusia 43 tahun ini, sejumlah preman itu meminta uang secara berkala kepada para pedagang.

Baca juga: 41 Preman Ditangkap dari 9 Titik Rawan di Kota Serang

"Ada, biasanya Rp 15.000 dan Rp 20.000. Enggak harian juga, bulananlah," katanya kepada Wartakotalive.com, Jumat (18/6/2021).

Maraknya aksi pemalakan preman terhadap para pedagang di Jalan Ceger Raya ini beredar dalam bentuk surat pernyataan di sejumlah akun media sosial.

Dalam surat pernyataan yang mengatasnamakan warga Jalan Ceger Raya itu, mereka minta pihak kepolisian untuk menindak aksi premanisme.

YA, pedagang warung kelontong, mengatakan pemalak itu mengaku berasal dari kelompok organisasi masyarakat.

Menurut pria berusia 29 tahun ini, terdapat oknum tiga ormas yang datang memalak pedagang kios dan lapak di Jalan Ceger Raya setiap bulan. 

"Pakai kuitansi, dari oknum ormas Rp 25.000 sama Rp 20.000, sebulan sekali sih," katanya. 

Baca juga: Semalam, 34 Preman di Kota Serang Ditangkap, Laporkan ke Hotline 110 Jika Ada Aksi dan Jadi Korban

Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren Iptu Roby Setyawan mengaku masih melakukan pendalaman adanya surat peryataan yang viral di sejumlah akun media sosial tersebut. 

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait dari warga dan pedagang sekitar. 

"Kami juga belum tahu korbannya, kan. Kalau laporan secara resmi tidak ada, kan kita pun bingung karena laporan resmi tidak ada, makanya kita dalami yang viralnya itu," ucap Roby saat dikonfirmasi, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Perintahkan Polda dan Polres Berantas Aksi Premanisme dan Merilis Penangkapan, Kapolri: Bersihkan

"Siapa yang memviralkan, dan siapa yang membuat surat itu? Dan apakah yang membuat surat itu korban atau tidak kan kita belum tahu," ujarnya. (m23)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Viral Soal Pemalakan di Pondok Aren, Pedagang Wajib Setor Jatah Preman Sebesar Rp 20.000 per Bulan

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved