Breaking News:

Virus Corona

Ruang Isolasi RSDP Penuh Pasien Terpapar Virus Corona, Kabupaten Serang Masuk Zona Oranye Covid-19

Kasus terkonfirmasi yang terpapar virus corona di Kabupaten Serang melonjak drastis.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Suasana di RS dr Drajat Prawiranegara yang berada di Jalan Rumah Sakit Umum nomor 1, Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Selasa (22/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ruang isolasi mandiri di RSUD dr Drajat Prawiranegara (RSDP) terisi penuh pasien Covid-19, Jumat (18/6/2021).

Kasus terkonfirmasi yang terpapar virus corona di Kabupaten Serang melonjak drastis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Agus Sukmajaya mengatakan keterisian ruang isolasi sudah mencapai di atas 60 persen.

Akibatnya, Kabupaten Serang masuk dalam zona oranye.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, IDI Sebut Tenaga Medis Alami Kelelahan : Beban Mereka Meningkat

"Memang risiko, di mana tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan tidak mampu menangani lonjakan kasusnya," katanya saat dihubungi, Jumat.

Jika ruangan isolasi itu sudah terisi 65-70 persen, fasilitas tersebut sudah dikatakan overload.

"Jika terjadinya lonjakan kasus di tengah masyarakat dan memerlukan pelayanan kesehatan di rumah sakit atau puskesmas, kami sulit untuk menangani karena ruangan sudah terisi penuh," ujar Agus.

Menurut dia, lonjakan kasus Covid-19 terjadi di sejumlah wilayah.

Solusinya, kata dia, dianalisa dari bidang kesehatan, yang dilakukan saat ini adalah memperbanyak ruang isolasi.

Penambahan itu dengan mengubah ruang rawat inap biasa menjadi ruang rawat untuk Covid-19 sampai batas yang tertentu.

Baca juga: Daftar Lokasi, Syarat dan Jadwal Vaksinasi Covid-19 di 5 Wilayah Jakarta, Cukup Bawa KTP Saja!

"Hal ini sudah dilakukan melalui bidang-bidang masing-masing di bidang kesehatan, itulah yang kami lakukan," ucapnya.

Untuk menekan penyebaran Covid-19, pembatasan mobilitas masyarakat harus dibatasi.

"Yang terpenting angka kesadaran dari masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Pelayanan kesehatan akan sulit menangani lonjakan kasus Covid-19 jika tidak ada peran serta masyarakat untuk melakukan pencegahan.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved