Breaking News:

PLN Selesaikan Gardu Induk untuk Kawasan Industri Wilmar Hanya 8 Bulan, Proyek Rp 78,4 Miliar

Jadi tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan mutu dan keandalan penyaluran tenaga listrik ke konsumen PLN yang berada area ini

dokumentasi PLN
Konstruksi pembangunan gardu induk (GI) 150kV untuk Kawasan Industri Terpadu Wilmar adalah satu di antara yang tercepat, yaitu 246 hari atau delapan bulan. PLN berhasil merampungkan pembangunan GI yang menelan biaya Rp 78,4 miliar ini. 

TRIBUNBANTEN.COM - Konstruksi pembangunan gardu induk (GI) 150kV untuk Kawasan Industri Terpadu Wilmar adalah satu di antara yang tercepat, yaitu 246 hari atau delapan bulan.

PLN berhasil merampungkan pembangunan GI yang menelan biaya Rp 78,4 miliar ini.

GI berkapasitas 30 mega volt ampere (MVA) ini sebagai suplai daya listrik utama untuk PT Multi Nabati Asahan (MNA) dan melayanani konsumen tegangan tinggi (KTT).

Baca juga: PLN UID Banten Melalui PLN Peduli Kembangkan Program Domba Listrik untuk Lima Pondok Pesantren

GM PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) Ratnasari Sjamsuddin mengatakan KTT itu berada di Bojonegara, Kota Cilegon, Banten.

“Jadi tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan mutu dan keandalan penyaluran tenaga listrik ke konsumen PLN yang berada area ini," ujarnya lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Selasa (22/6/2021). 

Pengerjaan proyek dari awal hingga akhir dilakukan pada masa pandemi Covid-19.

Konstruksi pembangunan gardu induk (GI) 150kV untuk Kawasan Industri Terpadu Wilmar adalah satu di antara yang tercepat, yaitu 246 hari atau delapan bulan. PLN berhasil merampungkan pembangunan GI yang menelan biaya Rp 78,4 miliar ini.
Konstruksi pembangunan gardu induk (GI) 150kV untuk Kawasan Industri Terpadu Wilmar adalah satu di antara yang tercepat, yaitu 246 hari atau delapan bulan. PLN berhasil merampungkan pembangunan GI yang menelan biaya Rp 78,4 miliar ini. (dokumentasi PLN)

PLN terus semangat untuk bergerak dan menyelesaikan proyek dengan hasil yang maksimal.

“Dalam pengerjaannya, kami selalu berhati-hati, serta selalu patuh protokol kesehatan. Bagaimana pun, kebutuhan listrik tidak bisa menunggu lama, terutama bagi kebutuhan industri penggerak ekonomi,” ucapnya. 

Ratnasari berharap, terpenuhinya pasokan listrik bagi para pelaku industri dapat semakin meningkatkan produktivitas operasional, sehingga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved