Breaking News:

Cerita Karyawan yang Sedih Mendengar Giant Kota Serang Tutup, Baru Cicil Rumah, Terancam Kena PHK

Yang kasihan cowok karena tulang punggung keluarga. Saya masih ada suami yang bisa menafkahi

Penulis: mildaniati | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Mildaniati
Perwakilan 400 karyawan Giant setelah beraudiensi dengan Wali Kota Serang Syafrudin di kantor DPRD Kota Serang, Rabu (31/6/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com Mildaniati

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Jamal tidak pernah menduga bakal kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dia sudah bekerja selama 15 tahun di Giant, Kota Serang.

Saat mendengar Giant akan tutup, Jamal merasa sedih.

Apalagi dia menjadi tulang punggung untuk mencari nafkah bagi istri satu satu anaknya.

Baca juga: Seluruh Gerai Bakal Ditutup, Begini Nasib Karyawan Giant Ekstra Serang Selanjutnya

Giant berencana memutus hubungan kerja 400 karyawan secara serentak pada 31 Juli 2021.

"Saya juga baru aja menyicil rumah," ujarnya kepada TribunBanten.com di halaman gedung DPRD Kota Serang, Rabu (23/6/2021).

Hari ini, perwakilan dari 400 karyawan Giant beraudiensi dengan Wali Kota Serang Syafrudin di kantor DPRD Kota Serang.

Setelah audiensi itu, Jamal mengaku senang karena akan diusahakan dipekerjakan lagi.

"Apalagi BPJS Kesehatan juga akan diusahakan ditanggung pemerintah," katanya.

Baca juga: Giant Cilegon Diskon Besar-besaran, Pengunjung yang Masuk Harus Bergiliran

Ade, karyawan lainnya, juga sedih ketika mendengar harus kena PHK.

"Yang kasihan cowok karena tulang punggung keluarga. Saya masih ada suami yang bisa menafkahi," ujar perempuan berusia 34 tahun ini.

Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan pihaknya memfasilitasi para pekerja itu agar mendapat respons dari Pemkot Serang.

Menurut dia, pemkot merespons baik dengan kedatangan Wali Kota Serang Syafrudin.

Hasil audiensi itu, sudah ada komunikasi dengan pihak manajemen bahwa mereka akan dipekerjakan kembali.

Terkait BPJS kesehatan yang dikeluhkan karyawan, wali kota Serang bersedia menganggarkan perubahan bagi mereka yang menganggur dan tidak bisa membayar kesehatan BPJS.

"Nanti akan masuk dalam Program Bantuan Iuran (PBI) khusus untuk yang 400 orang kena PHK itu," ucapnya.

Budi mengaku sudah meminta ketua Komisi II dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi untuk menindaklanjutinya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved