Breaking News:

Lagi, Warga Ditandu Sarung Menuju Puskesmas Karena Jalan Rusak, Kali Ini Kakek 60 Tahun

Saat itu, kondisi jalan selama perjalanan berlumpur dan becek sehingga cukup licin pada saat membawa Kakek Slamet ke puskesmas.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Dok. Pribadi Umri
Slamet Riyadi (60) asal Kampung Cimandahan, Kecamatan Sobang, ditandu menggunakan sarung oleh warga saat hendak berobat ke Puskesmas Sobang sejauh 2 Kilometer, Selasa (22/6/2021). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Kejadian warga ditandu menggunakan sarung saat berobat menuju fasilitas kesehatan karena jalan rusak kembali terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kali ini, Slamet Riyadi, seorang kakek 60 tahun asal Kampung Cimandahan, Kecamatan Sobang, harus ditandu menggunakan sarung oleh warga saat hendak berobat ke Puskesmas Sobang sejauh 2 Kilometer, pada Selasa (22/6/2021).

Jalan di wilayah tempat tinggalnya menuju puskesmas tersebut terbilang sangat rusak dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun dua.

Umri (40), salah satu warga yang turut menandu mengatakan saat itu Kakek Slamet mendadak mengeluh kesakitan hebat sehingga harus segera dibawa ke puskesmas.

Baca juga: Pilu Ibu Hamil Sampai Nenek 70 Tahun Berobat Ditandu di Sindangresmi, Puskesmas: Setop Salahkan Kami

Baca juga: Viral Lagi, Ibu Hamil di pandeglang Ditandu Melintasi Jalan Setapak Rusak, Wajahnya Terlihat Cemas

"Jadi, kata dokter yang ada di puskesmas dia itu kurang darah dan harus dibawa ke puskesmas untuk diobati," ujarnya saat dihubungi menggunakan telepon, Kamis (24/6/2021).

Saat dibawa ke puskesmas, ia bersama dengan tiga orang warga lainnya membantu kakek tua tersebut dengan cara ditandu sejauh 2 Km.

Saat itu, kondisi jalan selama perjalanan berlumpur dan becek sehingga cukup licin pada saat membawa Kakek Slamet ke puskesmas.

"Pas dibawa itu harus berhati-hati lantaran kondisi jalannya yang becek dan juga kondisi sang kakek juga sudah tua," tuturnya.

Baca juga: Viral! Ambulans Bawa Wanita Hamil Terjebak di Jalan Rusak, Kesulitan Lewati Jalur Desa Cikedung

Baca juga: Pilu Ibu Hamil Sampai Nenek 70 Tahun Berobat Ditandu di Sindangresmi, Puskesmas: Setop Salahkan Kami

Ia menjelaskan, kondisi jalan rusak itu sudah terjadi sejak 10 tahun lamanya dan tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah setempat.

"Kami meminta cuma di beton saja supaya bisa dilalui oleh kami untuk berobat masyarakat," sambungnya.

Sementara itu, Camat Sobang, M Sukendar mengatakan jalan rusak tersebut merupakan jalan desa yang sempat diajukan perbaikan ke dinas terkait pada tahun lalu.

Namun, karena tengah pandemi Covid-19, perbaikan jalan tersebut batal dilakukan karena seluruh anggaran pembangunan dialihkan ke penanganan Covid-19.

"Itu status jalannya milik desa. Sebetulnya dulu pas tahun 2016 sudah ada pengerasan jalan dan mau dibangun. Tapi, sehubungan pandemi, program-program untuk pembangunan fisik jalan, akhirnya dialihkan ke bantuan sosial," ujarnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved