Breaking News:

PPDB 2021

Wali Kota Serang Syafrudin Pantau PPDB di SMPN 1, Monitor Kuota: Kalau Melebihi, Itu Pelanggaran

Saya datang untuk melihat langsung berapa jumlah pendaftar, kuotanya berapa, dan yang harus diterima berapa

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Wali Kota Serang Syafrudin meninjau PPDB di SMPN 1 Kota Serang, Kamis (24/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Wali Kota Serang Syafrudin memonitoring hari terakhir pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMPN 1 Kota Serang, Kamis (24/6/2021).

Syafrudin tiba di SMPN 1 Kota Serang sekitar pukul 09.15. 

Dia langsung meninjau PPDB di aula, terlihat empat orang tua siswa yang sedang mendaftar.

Baca juga: Baru 1 Pendaftar, SMP 1 PGRI Kota Serang Terancam Tutup, Curhatan Guru: Gaji Pokok Rp 350 Ribu/Bulan

"Saya datang untuk melihat langsung berapa jumlah pendaftar, kuotanya berapa, dan yang harus diterima berapa," ujar Syafrudin di SMPN 1 Kota Serang, Kamis.

Dia menilai pelaksanaan PPDB tingkat SMP pada tahun ini berjalan dengan lancar.

"Secara sistem alhamdulillah tidak ada informasi sistemnya ngadat atau lelet. Alhamdulillah di Kota Serang sistemnya berjalan dengan lancar," katanya.

Baca juga: Peminat Empat SMP Negeri Baru Kota Cilegon Belum Sampai 100 Siswa

Ada empat jalur PPDB, yakni prestasi sebanyak 15 persen, jalur afirmasi 15 persen, pindahan dari luar kota 5 persen, dan jalur zonasi 65 persen. 

"Empat jalur ini pelaksanaannya serentak, baik jalur prestasi, afirmasi, zonasi, dan perpindahan," ucap Syafrudin.

Menurut dia, kuota yang diterima di SMPN 1 Kota Serang berjumlah 288 siswa.

Namun, jumlah murid yang sudah mendaftar sebanyak 707 orang.

Baca juga: SMP PGRI 1 Kota Serang Terancam Tutup, Pendaftar Baru 1 Orang, Sekarang Hanya 15 Siswa Kelas 8 dan 9

"Kami mengimbau agar SMP negeri menerima sesuai kuota. Kalau lebih dari kuota ini sama saja mematikan sekolah swasta," ujarnya.

Pemenuhan sesuai kuota itu jadi alasan Syafrudin memantau.

"Jika melebihi kuota, itu termasuk pelanggaran," ucap Syafrudin.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved