Breaking News:

DKBPPPA Kabupaten Serang Sosialisasikan Pentingnya 1.000 HPK untuk Membantu Menekan Angka Stunting

Sejak perkembangan janin di dalam kandungan sampai anak berusia dua tahun menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang

TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit, saat pelayanan KB di Puskesmas Ciruas, Kamis (24/6/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang menyosialisasikan pentingnya pola pengasuhan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Sosialisasi dilakukan di 10 lokus stunting, yaitu Cinangka, Cikeusal, Jawilan, Pontang, Lebak Wangi, Bojonegara, Kragilan, Mancak, Cikande, dan Anyer.

Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang Tarkul Wasyit mengatakan 1.000 HPK adalah saat yang terpenting dalam hidup seseorang. 

"Sejak perkembangan janin di dalam kandungan sampai anak berusia dua tahun menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang," katanya kepada TribunBanten.com di Puskesmas Ciruas, Kamis (24/6/2021).

Selama kehamilan asupan makanan dapat mempengaruhi fungsi memori, konsentrasi, intelektual, dan emosional seorang anak di kemudian hari.

"Anak yang lahir dan dibesarkan mengikuti program ini akan menjadi sumber daya indonesia yang berkualitas. Tidak hanya dalam tampilan fisik yang gagah, tetapi juga cerdas dan memiliki karakter yang kuat," ucapnya.

Menurut dia, hal ini pun untuk membantu pencegahan terjadinya kelahiran stunting pada anak.

"Kami fokuskan sosialiasi di 10 lokus stunting di Kabupaten Serang untuk memberikan pemahaman akan pentingnya 1.000 HPK untuk kehidupan," ujarnya.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten Serang, Yeni Kusuma, mengatakan pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan setelah sosialisasi.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten Serang, Yeni Kusuma, di Puskesmas Ciruas, Kamis (24/6/2021).
Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten Serang, Yeni Kusuma, di Puskesmas Ciruas, Kamis (24/6/2021). (TribunBanten.com/Desi Purnamasari)

"Bidan yang memang sudah tersebar di beberapa desa yang ada di Kabupaten Serang akan terus mengawal dan membatu memberikan pemahaman kepada masyarakat," ucapnya.

Satu di antaranya dengan mempersiapkan dan memberikan edukasi kepada calon pasangan muda.

Untuk memberikan capaian yang maksimal dalam penekanan angka stunting perlu adanya kerja sama dari semua lintas yang terkait.

"Agar dapat menghasilkan capaian yang memang maksimal untuk dapat memberikan edukasi terus menerus kepada masyarakat, khususnya calon pasangan muda," ucapnya.

Data dari 10 lokus kasus stunting pada tahun ini tertinggi berada di Kecamatan Cinangka, yaitu mencapai sekitar 33.47 persen.

(Wartawan TribunBanten.com/Desi Purnamasari)

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved