Breaking News:

Riset Terapan Pendidikan Vokasi Diharapkan Mampu Selesaikan Masalah Industri

Riset terapan di pendidikan tinggi vokasi merupakan bagian dari link and match antara institusi pendidikan dengan industri.

Editor: Glery Lazuardi
Pixabay
Ilustrasi penelitian 

TRIBUNBANTEN.COM - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah meluncurkan Program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri- Dosen Perguruan Tinggi Vokasi bagi seluruh insan vokasi di Indonesia.

Program ini berbasis pada demand driven, yaitu riset yang digerakkan berdasarkan permintaan dan kebutuhan guna menyelesaikan masalah nyata di dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pasar maupun masyarakat.

Program ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan alokasi sebesar Rp25,5 miliar.

Baca juga: Riset IKAPI: 54,2 Persen Buku Bajakan Dijual via Marketplace

Baca juga: Hasil Riset: Banten dan Provinsi Ini Paling Tidak Siap Hadapi Ledakan Puncak Corona

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto mengatakan, riset terapan di pendidikan tinggi vokasi merupakan bagian dari link and match antara institusi pendidikan dengan industri.

Melalui program ini, fokus utama hasil riset terapan harus berujung pada peningkatan produktivitas di industri, peningkatan nilai tambah produk dalam negeri atau dalam bentuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga impaknya dapat dirasakan secara nyata.

Dia menjelaskan, filosofi riset terapan vokasi adalah start from the end yang artinya mulai dari belakang, ada persoalan dan kebutuhan nyata yang kemudian menjadi faktor para dosen untuk meriset.

"Mindset ini harus dikembangkan sehingga riset bukan hanya eskplorasi intelektual sang peneliti, namun riset yang dirancang dari pergulatan sang peneliti dengan problematika riil yang dihadapi industri, UMKM, dan juga masyarakat," kata Dirjen Wikan, dalam keterangannnya, pada Jumat (25/6/2021).

Dirjen Wikan menjelaskan, skema program riset terapan sejalan dengan tujuan pendidikan vokasi, yaitu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan DUDI.

Hal ini perlu ditunjang oleh kolaborasi, sinergi, dan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) agar tercipta ekosistem riset yang kokoh.

Multidisiplin, ucap Dirjen Wikan, menjadi salah satu kunci pada pelaksanaan program pengembangan riset keilmuan terapan ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved