Breaking News:

Warga Desa Lontar Nobar Film 'Wong Miyang', Obati Kerinduan para Nelayan Tentang Tradisi Ruwat Laut

Penayangan film dokumenter syukuran laut atau ruwat laut berjudul Wong Miyang mengobati kerinduan masyarakat nelayan tentang tradisi

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Mildaniati
Warga Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang sedang nonton bareng film dokumenter syukuran laut atau ruwat laut berjudul Wong Miyang 

Laporan wartawan TribunBanten.com Mildaniati

TRIBUNBANTEN, SERANG - Warga Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang menggelar nonton bareng film dokumenter syukuran laut atau ruwat laut berjudul Wong Miyang, Sabtu (26/6/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Yayasan Nurul Bahri tersebut untuk mengobati kerinduan masyarakat nelayan tentang tradisi yang sempat terhenti di tahun 1996.

Pantauan TribunBanten.com, nobar film dokumenter tersebut dimulai pukul 20.00 WIB dengan dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orangtua.

Dengan konsep layar tancap, para penonton duduk di kursi yang sudah diatur jaraknya serta dicek suhu tubuhnya.

Saat film ditayangkan, banyak penonton yang merasa haru, tertawa dan antusias mengobati kerinduan mereka akan tradisi turun temurun tersebut.

Baca juga: Viral Bocah SMP Terombang-Ambing di Laut Selama 3 Jam, TNI AL Salut dengan Ketangguhan Mentalnya

Inisiator film dokumenter Wong Miyang, Edi mengatakan nonton film ruwat laut untuk mengingatkan kembali bagi para nelayan atau 'wong miyang' tentang tradisi turun-temurun.

"flashback ke belakang mengenang kembali karena budaya harus dikembangkan dan dilestarikan sebagai budaya desa," ujarnya pada TribunBanten.com di lokasi.

Ketua Panitia, Moh Fahri mengatakan kegiatan ini sekaligus peluncuran film dokumenter yang mengangkat budaya Desa Lontar 'Wong Minyang' yang digarap para pemuda desa.

Nonton bareng film dokumenter Wong Miyang tentang tradisi syukuran laut atau ruwat laut bagi para nelayan di Kabupaten Serang
Nonton bareng film dokumenter Wong Miyang tentang tradisi syukuran laut atau ruwat laut bagi para nelayan di Kabupaten Serang (TribunBanten.com/Mildaniati)

Fahri menerangkan, syukuran Laut bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dan merawat alam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved