Breaking News:

Warga Desa Lontar Nobar Film 'Wong Miyang', Obati Kerinduan para Nelayan Tentang Tradisi Ruwat Laut

Penayangan film dokumenter syukuran laut atau ruwat laut berjudul Wong Miyang mengobati kerinduan masyarakat nelayan tentang tradisi

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Mildaniati
Warga Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang sedang nonton bareng film dokumenter syukuran laut atau ruwat laut berjudul Wong Miyang 

Gelaran ruwat laut terakhir kali digelar pada tahun 1996 tahun, dan setelah itu vakum karenaadanya selisih pendapat di kalangan warga.

Lalu, pada 2018, tradisi tersebut diselenggarakan kembali dan bekerja sama dengan Bantenologi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk pendokumentasian dan pengambilan video.

"Dalam acara itu kita adakan santunan anak yatim, istigosah, karnaval atau arak-arakan perahu,"ujarnya.

Menurut Fahri, saat kegiatan itu, diikuti 90 perahu nelayan yang dihiasi makanan, bendera, dan lainnya.

Dananya diperoleh dari swadaya masyarakat dan dana desa.

Baca juga: Viral Video Ilustrasi Suasana di Kedalaman Laut 838 Meter, Lokasi KRI Nanggala 402 Ditemukan

Setelah 2018, kegiatan ini terpaksa tak digelar karena adanya pandemi Covid-19.

"harapannya setelah selesai launching film ini, ruwat laut bisa dilaksanakan satu tahun sekali, karena ini udah jadi tradisi,"ungkapnya.

"Alhamdulillah respon masyarakat sangat antusias, acara juga dibatasi untuk 50 orang, pokes diwajibkan,"katanya.

Selain pemutaran film ruwat laut, ada pula diskusi budaya dari Yadi Ahyadi selaku Budayawan Banten, Ustad Sanusi Karim panitia penasehat syukuran laut 2018.

Yadi ahyadi dalam sesi diskusinya memberikan pemahaman pada masyarakat jika ruwat laut bagian dari menjaga ekosistem alam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved