Breaking News:

Kemenkes Ajak Masyarakat Konsumsi Obat Herbal Lokal

Masyarakat diminta mengonsumsi imunomodulator yang berasal dari tanaman-tanaman obat asli Indonesia.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan pemekatan ekstrak saat uji Lab obat herbal untuk penyembuhan COVID-19 dan penghambatan pertumbuhan virus corona di Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (8/5/2020). Para peneliti dari LIPI berhasil mengembangkan ramuan tanaman herbal daun ketepeng dan benalu bermarga dendroptoe sebagai obat penyembuhan Covid-19 dan penghambatan pertumbuhan virus corona, hingga saat ini penemuan tersebut masih dalam proses penelitian dan uji lab yang tidak lama lagi akan dilakukan uji coba penggunaan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Masyarakat diminta mengonsumsi imunomodulator yang berasal dari tanaman-tanaman obat asli Indonesia.

Upaya itu dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penularan pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Pernyataan itu disampaikan oleh Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Arianti Anaya.

"Kalau pandemi ini berkepanjangan, tentu akan lebih bagus mengonsumsi obat herbal yang bahan bakunya dari dalam negeri. Semakin banyak obat modern asli Indonesia (OMAI) jenis fitofarmaka dicari masyarakat, maka suatu saat nanti kita tidak akan lagi bergantung pada obat-obatan berbahan baku impor," ujar Arianti dalam siaran persnya, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Sebut Ivermectin Obat Terapi Covid-19, Ini Penjelasan Ketua Satgas IDI

Baca juga: Manfaat Bawang Putih untuk Obat Herbal, Pelihara Kesehatan Jantung hingga Turunkan Darah Tinggi

Ia menambahkan, sudah menjadi tugas Kemenkes untuk mengedukasi masyarakat dan tenaga kesehatan agar lebih yakin dan mencintai OMAI produksi dalam negeri.

"Pandemi ini jadi momentum meningkatkan konsumsi OMAI. Namun untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat itu butuh waktu, sehingga kami berpikir perlu regulasi yang sifatnya memaksa," katanya.

Menurut Arianti, saat ini instansinya tengah menyusun formularium khusus OMAI.

Sehingga nantinya obat-obatan herbal buatan dalam negeri bisa masuk dalam daftar obat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bisa diberikan kepada pasien peserta BPJS Kesehatan.

Baca juga: Manfaat Bawang Putih sebagai Obat Herbal, Pelihara Kesehatan Jantung hingga Turunkan Darah Tinggi

Baca juga: Cara Cepat Atasi Sakit Kepala Tanpa Menggunakan Obat, Jangan Lupa Rileks dan Rebahan

Sementara itu Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisonal, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM Reri Indriani mengatakan, sejak Covid-19 mulai menyebar di Indonesia tahun lalu, permintaan OMAI fitofarmaka imunomodulator meningkat signifikan.

Hal tersebut didorong oleh keinginan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya terhadap serangan penyakit.

"Ada peningkatan pengajuan berkas 35-40 persen untuk OMAI ini selama pandemi. Tugas Badan POM adalah mengawalnya mulai dari uji pra klinis, uji klinis dan memastikan semua proses produksinya memenuhi standar yang berlaku. Namun, kami kemudian membuat kebijakan relaksasi untuk mempercepat waktu perizinannya sehingga bisa cepat diproduksi dan dikonsumsi masyarakat," kata Reri.

Tulisan ini sudah tayang di kontan.co.id berjudul Kemenkes dan BPOM ajak masyarakat konsumsi obat herbal lokal

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved